KEJAKSAAN Agung (Kejagung) membongkar peran perwira menengah TNI aktif, Kolonel Cpl BU, dalam pusaran kasus dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Badan Gizi Nasional (BGN), anggota militer ini disinyalir kuat ikut mengatur penggelembungan harga proyek pengadaan sepeda motor.
“Berdasarkan pengembangan penyidikan dari tindak pidana korupsi tata kelola MBG ini ya, kami menemukan adanya keterlibatan oknum TNI aktif ya, di sini, yang menjabat selaku Sekretaris Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran BGN,” kata Direktur Penyidikan (Dirdik) Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, kepada para wartawan di Gedung Bundar Kejagung, Jakarta Selatan, Kamis (2/7/2026).
Baca Juga:Laporan Intelijen Heboh: Mossad Diduga Sadap Pemerintah AS, Nama Trump Ikut MunculAmanat Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Resmi BPIP, Lengkap untuk 1 Juni
“Juga selaku Pejabat Pembuat Komitmen atau PPK dalam pengadaan barang jasa ya, terutama pengadaan sepeda motor,” lanjutnya.
Syarief menjelaskan, Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) melakukan penanganan koneksitas bersama Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Militer (Jampidmil). Langkah tersebut dilakukan mengingat status Kolonel Cpl BU sebagai anggota TNI aktif.
Syarief mengatakan, keterlibatan Kolonel Cpl BU dalam kasus itu berkaitan dengan pengadaan sepeda motor di lingkup BGN.
Sebagai PPK, BU juga terlibat dalam mengatur penggelembungan harga sampai pengarahan untuk pemilihan penyedia barang.
Meski begitu, Syarief menegaskan bahwa sampai dengan saat ini, BU belum ditetapkan sebagai tersangka.
“Karena kami Pidsus ya, itu tidak bisa memproses atau mentersangkakan TNI aktif ya. Itu dilakukan dengan cara koneksitas, makanya kami serahkan ke Jampidmil,” tutur Syarief.
Sementara itu, Direktur Penindakan Jampidmil, Brigjen TNI Andi Suci, menyebut, per hari ini, pihaknya sudah menerima pelimpahan perkara terkait keterlibatan Kolonel Cpl BU dari pihak Jampidsus.
Baca Juga:Draft Tak Resmi Rancangan Kesepakatan Iran-Amerika Serikat Bocor, Teheran Disebut Dapat Kendali Selat HormuzMenkeu Amerika Serikat Umumkan Rampas Aset Kripto Iran Senilai Rp17,8 Triliun
“Dalam hal ini tentunya ada prosedur yang akan kita kerjakan karena yang telah disampaikan Pak Dirdik bahwa Kolonel CPL BU ini adalah TNI aktif, sehingga akan kami kerjakan secara koneksitas,” ucap Andi.
