Gadi Eisenkot Calon Kuat Penantang Benjamin Netanyahu, Siapa Dia?

Ketua partai Yashar Gadi Eisenkot berbicara selama peluncuran kampanye pemilihan partai Yashar-nya di Hod Hash
Ketua partai Yashar Gadi Eisenkot berbicara selama peluncuran kampanye pemilihan partai Yashar-nya di Hod Hasharon, Israel tengah, 30 Juni 2026. Slogan Ibrani berbunyi: Israel Harus Menang! (Chaim Goldberg/Flash90)
0 Komentar

Sementara itu, Eisenkot, yang menjabat sebagai Kepala Staf Militer Israel pada 2015-2019, merupakan salah satu calon kuat penantang Netanyahu dalam pemilihan umum Israel mendatang. Ia sempat mengumumkan niatnya untuk maju sebagai calon perdana menteri.

Dikutip Times of Israel, dalam jajak pendapat Channel 12 pada awal Juni lalu soal siapa sosok yang cocok menjabat di kursi PM selanjutnya, sebanyak 38 persen responden menyebut Eisenkot, 27 persen menyebut Netanyahu, dan 12 persen menyebut eks PM Naftalli Bennet.

Bagiamana elektabilitas Eisenkot?

Eisenkot menjadi penantang terkuat untuk merebut kursi PM dari Benjamin Netanyahu. Namanya memang tidak terlalu mencuat secara global, namun ia meraih popularitas yang sangat tinggi di Israel.

Baca Juga:Laporan Intelijen Heboh: Mossad Diduga Sadap Pemerintah AS, Nama Trump Ikut MunculAmanat Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Resmi BPIP, Lengkap untuk 1 Juni

Eisenkot bahkan menggeser popularitas kandidat PM lainnya seperti mantan PM Naftali Bennett yang sebelumnya berada di urutan pertama dalam persaingan kursi PM.

Partai sayap kanan pendukung Netanyahu terutama Likud, bahkan mulai mengalihkan perhatian mereka ke Eisenkot untuk diwaspadai. Sejumlah video kampanye untuk menjatuhkan Eisnkot, sang pemimpin partai kelompok tengah Yashar, mulai disebarkan para pendukung Netanyahu, dikutip dari CNN.

Partai Yashar milik Eisenkot, yang berarti “lurus” atau “jujur” dalam bahasa Ibrani dan didirikan kurang dari setahun yang lalu, sempat terpuruk di angka satu digit dalam sebagian besar jajak pendapat hingga baru-baru ini.

Sekarang, sebagian besar survei menunjukkan partai tersebut berada di posisi yang hampir sama dengan Likud dan di depan daftar gabungan yang dibentuk oleh Bennett dan mantan perdana menteri lainnya, Yair Lapid.

Keduanya berusaha menggandeng Eisenkot ke dalam koalisi anti-Netanyahu. Tetapi ia menolak, memilih untuk maju secara independen, dan sekarang telah melampaui mereka dalam beberapa jajak pendapat.

Sekuat apa peluang partai bentukan Eisenkot?

Jajak pendapat terbaru dari media Israel, Channel 12, memproyeksikan bahwa partai Eisenkot akan memperoleh 21 kursi di parlemen Israel, Knesset, Angka itu tepat di belakang Likud yang memperoleh 23 kursi dan di depan Bennett-Lapid yang memperoleh 18 kursi.

Ketika ditanya siapa yang lebih cocok untuk menjabat sebagai perdana menteri, 38 persen responden menyebut Eisenkot; 36 persen menyebut Netanyahu. Lembaga survei besar lainnya menunjukkan tren serupa.

0 Komentar