Pemerintah Evaluasi Pelaksanaan Latsar Usai Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal Dunia

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi
0 Komentar

PEMERINTAH akan mengevaluasi pelaksanaan latihan dasar (latsar) calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih setelah tiga peserta dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti pelatihan. Evaluasi tersebut akan dilakukan secara bersama-sama oleh kementerian dan lembaga terkait.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, mengatakan setiap proses yang dijalankan pemerintah akan dievaluasi, termasuk apabila ditemukan prosedur yang perlu diperbaiki.

“Kalau evaluasi jelas ya. Kami semua proses kan kami lakukan kalau ada misalnya salah prosedur itu kami perbaiki. Dan kalau salah prosedur itu ada yang mengarah kepada hal-hal kelalaian ya,” kata Prasetyo di Gedung DPR RI, Jakarta, Jum’at (26/6/2026).

Baca Juga:Laporan Intelijen Heboh: Mossad Diduga Sadap Pemerintah AS, Nama Trump Ikut MunculAmanat Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Resmi BPIP, Lengkap untuk 1 Juni

Namun, Prasetyo menegaskan hingga saat ini pemerintah belum menemukan indikasi adanya kelalaian dalam tiga kasus kematian tersebut. Menurut dia, informasi yang diterima pemerintah menunjukkan peristiwa itu terjadi pada awal pelaksanaan pelatihan.

“Saya rasa belum ya, karena kan itu kalau yang kami dengar laporan itu baru di hari pertama hari kedua ya. Kita tentunya pertama tentu kita menyampaikan keprihatinan dukacita yang mendalam. Tapi mari kita terus perbaiki,” ujarnya.

Prasetyo juga memastikan Presiden Prabowo Subianto turut memantau persoalan tersebut. Ia juga belum dapat memastikan penyebab pasti meninggalnya ketiga peserta. Menurutnya, salah satu kemungkinan yang masih perlu ditelusuri adalah adanya riwayat kesehatan dari peserta.

Terkait evaluasi pelaksanaan pelatihan, Prasetyo menyebut proses tersebut akan dilakukan secara lintas kementerian dan lembaga. “Gabungan, itu kan gabungan semua,” ujar dia saat ditanya pihak yang akan menangani evaluasi.

Meski demikian, pemerintah belum memutuskan apakah pelaksanaan pelatihan calon manajer Kopdes akan dihentikan sementara menyusul tiga kasus kematian tersebut.

“Kita lihat hasilnya kan,” kata Prasetyo.

Ia juga menanggapi kritik yang menyebut pelatihan bagi calon manajer seharusnya lebih berfokus pada peningkatan kompetensi manajerial ketimbang latihan dasar. Menurut Prasetyo, latihan dasar merupakan bagian dari keseluruhan proses pendidikan yang nantinya juga akan diikuti pelatihan kompetensi.

“Loh, itu kan bagian dari proses pelatihannya kan. Nanti kan kalau mengenai kompetensinya tetap ada juga pelatihan,” ujarnya.

0 Komentar