Dengan demikian, dia memastikan pelatihan kompetensi juga tetap akan diberikan. “Oh iya dong, masa iya kita pemerintah terus tidak melakukan pendidikan kompetensi kan nggak mungkin,” pungkas dia.
Diberitakan sebelumnya, tiga calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) meninggal saat mengikuti latihan dasar kemiliteran (latsarmil). Tewasnya calon manajer KDMP dan KNMP itu terjadi dalam rentang waktu berdekatan, meskipun lokasi latihan ketiganya berbeda. Kematian pertama terjadi pada 17 Juni 2026, kemudian kematian kedua pada 18 Juni 2026, sementara kematian ketiga pada 23 Juni 2026.
Dalam keterangan resminya, Kementerian Pertahanan mengklaim bahwa para korban tewas dalam latsarmil calon manajer KDMP dan KNMP telah mengikuti tahapan seleksi sesuai ketentuan. Namun, meskipun begitu, para korban yang tewas ternyata mengalami masalah medis selama menjalani pelatihan.
