Selain melihat peluang investasi pada sektor strategis, pemerintah juga menangkap optimisme investor Jerman terhadap prospek ekonomi Indonesia. Airlangga mengatakan pelaku usaha Jerman cenderung melihat Indonesia dalam perspektif jangka panjang dan tidak terlalu dipengaruhi fluktuasi pasar harian.
“Investor Jerman melihatnya jangka panjang dan mereka melihat Indonesia ini mempunyai fundamental yang kuat dan Indonesia juga dipandang sebagai middle power yang penting,” ujar Airlangga.
Menurut Airlangga, pandangan tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia untuk menarik investasi baru dari Jerman, khususnya pada sektor mineral kritis, energi transisi, manufaktur maju, dan industri semikonduktor.
Baca Juga:Laporan Intelijen Heboh: Mossad Diduga Sadap Pemerintah AS, Nama Trump Ikut MunculAmanat Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Resmi BPIP, Lengkap untuk 1 Juni
Audiensi tersebut menjadi bagian dari upaya kedua negara memperluas kerja sama ekonomi pasca pertemuan Prabowo dan Steinmeier. Selain perdagangan dan investasi, Indonesia dan Jerman juga menjajaki kolaborasi yang lebih erat pada bidang teknologi, pengembangan industri masa depan, serta penguatan rantai pasok global di sektor-sektor strategis.
