BADAN Gizi Nasional (BGN) membantah keras narasi yang beredar di media sosial terkait tuduhan adanya pembagian keuntungan program makan bergizi gratis (MBG) kepada Presiden Prabowo Subianto.
BGN menegaskan informasi tersebut tidak benar dan merupakan hoaks yang berpotensi menyesatkan masyarakat serta memicu kegaduhan di ruang publik.
Kepala BGN Nanik S Deyang memastikan narasi yang menyebut mantan kepala BGN menuding adanya pembagian keuntungan MBG kepada presiden tidak pernah disampaikan oleh pihak resmi lembaga.
Baca Juga:Laporan Intelijen Heboh: Mossad Diduga Sadap Pemerintah AS, Nama Trump Ikut MunculAmanat Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Resmi BPIP, Lengkap untuk 1 Juni
Menurutnya, informasi yang beredar tersebut tidak memiliki dasar yang jelas dan bukan berasal dari saluran komunikasi resmi BGN.
“Saya menegaskan narasi yang beredar tersebut tidak benar. Saya tidak pernah menyampaikan pernyataan sebagaimana yang dicantumkan dalam pesan yang beredar,” ujar Nanik dilansir dari Antara, Minggu (14/6/2026).
BGN menilai penyebaran informasi yang mencatut nama pejabat publik kerap digunakan oleh pihak tertentu untuk membangun narasi provokatif dan memancing reaksi masyarakat.
Karena itu, masyarakat diminta lebih berhati-hati sebelum mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Menurut Nanik, verifikasi informasi menjadi langkah penting untuk mencegah kesalahpahaman dan penyebaran berita palsu di tengah masyarakat.
BGN menegaskan seluruh pernyataan resmi lembaga hanya disampaikan melalui saluran komunikasi yang telah ditetapkan.
“Masyarakat perlu memastikan kebenaran informasi melalui sumber resmi. Jangan mudah mempercayai ataupun menyebarkan informasi yang tidak jelas asal-usulnya karena dapat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat,” kata Nanik.
Ia menilai maraknya informasi yang tidak terverifikasi dapat merusak kualitas diskusi publik dan menimbulkan keresahan di masyarakat. Karena itu, publik diharapkan lebih bijak dalam menerima, memeriksa, dan membagikan informasi yang beredar di media sosial maupun aplikasi percakapan.
Baca Juga:Draft Tak Resmi Rancangan Kesepakatan Iran-Amerika Serikat Bocor, Teheran Disebut Dapat Kendali Selat HormuzMenkeu Amerika Serikat Umumkan Rampas Aset Kripto Iran Senilai Rp17,8 Triliun
“Kami mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam bermedia digital serta mengedepankan verifikasi informasi. BGN akan terus fokus menjalankan tugas dan program pelayanan kepada masyarakat sesuai amanat yang diberikan pemerintah,” tutur Nanik.
