“Mengetahui adanya kejanggalan tersebut, petugas pemeriksa segera melaporkan hasil temuannya pada kesempatan pertama kepada Supervisor Terminal Selatan guna memperoleh petunjuk dan arahan lebih lanjut,” kata Brigjen Eko Hadi.
Singkatnya, petugas kemudian memutuskan terhadap George Anderson Mota Correia agar dilakukan penundaan keberangkatan guna pendalaman lebih lanjut, sementara terhadap ketiga penumpang lainnya dapat dilanjutkan proses pemeriksaan keberangkatannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan keimigrasian, ditemukan bahwa George Anderson Mota Correia diduga menggunakan dokumen perjalanan yang bukan miliknya. Hasil pendalaman lebih lanjut mengungkap identitas sebenarnya sebagai Angelo Pandeli, warga negara Australia pemegang paspor Venezuela (diduga palsu), yang terdeteksi HIT Interpol Blue Notice dengan skor kecocokan 100,” tuturnya.
Baca Juga:Laporan Intelijen Heboh: Mossad Diduga Sadap Pemerintah AS, Nama Trump Ikut MunculAmanat Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Resmi BPIP, Lengkap untuk 1 Juni
Atas temuan tersebut, Seksi Pemeriksaan II mengambil tindakan penundaan keberangkatan, melakukan koordinasi dengan Bidang Inteldakim dan Bareskrim Polri, serta melaksanakan penyerahan dokumen perjalanan melalui berita acara serah terima (BAST) guna mendukung proses penyelidikan dan penegakan hukum lebih lanjut. Direktorat Tindak Pidana Bareskrim Polri kemudian mengirimkan tim dipimpin oleh Kasubdit 4 Dittipidnarkoba Kombes Handik Zusen, Kasatgas NIC Kombes Kevin Leleury, Kanit III Subdit 4 Dittipidnarkoba Kompol Drago, dan Kanit V Subdit 4 Dittipidnarkoba Kompol Tohar untuk mengamankan yang bersangkutan.
“Saat ini kami bersama Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai Bali melakukan koordinasi dengan Australian Federal Police (AFP) untuk melakukan deportasi terhadap Angelo Pandeli ke Australia,” katanya.
Profil Angelo Pandeli
Angelo Pandeli merupakan tokoh tindak pidana terorganisir lintas negara yang sangat berpengaruh dan anggota penting dari geng motor terlarang Hells Angels di Australia. Angelo Pandeli diyakini bertanggung jawab atas sejumlah besar impor komersial narkotika yang dikendalikan perbatasan yang terjadi di masa lalu maupun yang masih berlangsung ke Australia.
Angelo Pandeli terakhir terlihat pada 9 Oktober 2025 di Manly, Australia, dengan tindakan yang konsisten untuk menghindari penegak hukum. AFP meyakini Angelo Pandeli sedang berusaha keluar dari Australia secara diam-diam menuju Kamboja atau Vietnam.
Informasi menunjukkan bahwa Angelo Pandeli mungkin memiliki paspor Venezuela atau St Kitts dan Nevis yang diperoleh secara curang. AFP juga meyakini Angelo Pandeli paling mungkin akan mencoba melarikan diri dari Australia melalui jalur laut.
