RAFFI Ahmad menghadirkan seorang saksi kunci bernama Vina untuk menjawab tudingan keterlibatan dirinya dalam kasus dugaan suap terkait importasi barang di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.
Vina dihadirkan dalam konferensi pers yang digelar Raffi dan pengacaranya, Hotman Paris di Jakarta Selatan, Kamis (11/6). Vina diketahui merupakan warga Indonesia yang sempat tinggal di New York dan sempat berkomunikasi dengan karyawan Blueray bernama Ci Lili.
Ci Lili ini diketahui juga merupakan salah satu karyawan Blueray yang berfoto bersama Raffi di depan kantor Blueray di New York, Amerika Serikat.
Baca Juga:Laporan Intelijen Heboh: Mossad Diduga Sadap Pemerintah AS, Nama Trump Ikut MunculAmanat Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Resmi BPIP, Lengkap untuk 1 Juni
Vina mengungkapkan Ci Lili menghubungi dirinya melalui aplikasi pesan singkat setelah mengetahui nama Raffi terseret dalam kasus tersebut.
“(Ci Lili chat aku) itu kayak ‘kasihan Aa Raffi’, terus akan aku awalnya enggak tahu. (Aku jawab) ‘kenapa Ci?’. (Dijawab) ‘Dia yang foto di depan Blueray itu jadi kasus, padahal dia itu enggak masuk, cuma foto aja di depannya’,” kata Vina.
Dalam kesempatan itu, Vina juga menyebut bahwa Raffi sebenarnya mendapat tawaran barang secara gratis dari pihak Blueray. Namun, tawaran itu ditolak Raffi.
“Dikasih gratis aja gitu, padahal kita tawarin gratis, dia (Raffi) aja enggak mau,” ucap dia.
Raffi Ahmad disebut-sebut dalam kasus dugaan suap terkait importasi barang di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.
Nama Raffi pertama kali muncul pada persidangan dengan terdakwa Pimpinan Blueray Cargo (Grup) John Field dan kawan-kawan yang berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Jumat (5/6).
Dalam sidang itu, jaksa KPK awalnya menanyakan kepada saksi Sri Pangestuti alias Tuti selaku Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK) terkait permintaan pengiriman laptop dan iPhone 17 dari AS ke Indonesia.
Baca Juga:Draft Tak Resmi Rancangan Kesepakatan Iran-Amerika Serikat Bocor, Teheran Disebut Dapat Kendali Selat HormuzMenkeu Amerika Serikat Umumkan Rampas Aset Kripto Iran Senilai Rp17,8 Triliun
Permintaan tersebut disampaikan oleh Yohanes, yang merupakan asisten pribadi John Field, saat Raffi mengunjungi Kantor Blueray Cargo di AS.
“Ibu pernah diminta bantuan untuk, ini ada di chat komunikasi WA (WhatsApp) ibu, ibu pernah diminta bantuan untuk mengirimkan laptop sama iPhone dari Amerika Serikat?” tanya jaksa dalam persidangan.
