KEPALA Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Brigjen Muhammad Nas membantah anggapan bahwa keterlibatan TNI dalam program ketahanan pangan merupakan bentuk militerisasi ruang sipil. Menurut dia, kehadiran TNI di sektor pangan hanya sebatas mendampingi masyarakat dan membantu pemerintah mempercepat program nasional.
“Saya mengimbau kepada semuanya, jangan buru-buru menyebut kehadiran kami di ranah sipil sebagai program militerisasi. Militerisasi sama sekali tidak,” kata Nas di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (8/6).
Nas menjelaskan keterlibatan TNI dalam ketahanan pangan dilakukan karena keterbatasan tenaga penyuluh pertanian di lapangan. Karena itu, Babinsa diterjunkan untuk membantu masyarakat mulai dari pengelolaan lahan hingga distribusi hasil panen. “Ketahanan pangan, ngapain sih TNI di sana? Kita mendampingi,” ujarnya.
Baca Juga:Laporan Intelijen Heboh: Mossad Diduga Sadap Pemerintah AS, Nama Trump Ikut MunculAmanat Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Resmi BPIP, Lengkap untuk 1 Juni
Ia menegaskan TNI tidak mengambil alih tugas Kementerian Pertanian, melainkan hanya membantu sampai masyarakat mampu menjalankan program secara mandiri.
“PPL dan tenaga pendamping kurang, setelah semuanya bisa baru dikembalikan kepada mereka, kepada Kementerian Pertanian. Jadi bukan kita yang ambil alih Kementerian Pertanian,” katanya.
Menurut Nas, masyarakat tetap menjadi pelaku utama dalam program ketahanan pangan, sementara TNI berperan memberikan pendampingan dan pembekalan keterampilan.
“Yang di depan itu adalah masyarakat, kami TNI mendampingi. Mulai dari tahap pengelolaan lahan sampai panen dan distribusi hasil panen,” ucapnya.
Ia juga mengatakan program pendampingan pertanian sebenarnya sudah lama dijalankan TNI, termasuk melalui program serap gabah bersama petani di daerah.
Selain itu, Nas menyebut total lahan yang masuk dalam pendampingan ketahanan pangan TNI saat ini mencapai sekitar 2,5 juta hektare, terdiri dari lahan TNI, lahan pemerintah daerah, hingga lahan masyarakat.
“Kalau bicara lahan itu ada lahan TNI dan ada lahan pemerintah daerah yang kita dampingi. Total keseluruhan yang tercatat sekarang kurang lebih 2,5 juta hektare,” katanya.
Baca Juga:Draft Tak Resmi Rancangan Kesepakatan Iran-Amerika Serikat Bocor, Teheran Disebut Dapat Kendali Selat HormuzMenkeu Amerika Serikat Umumkan Rampas Aset Kripto Iran Senilai Rp17,8 Triliun
Menurut dia, Angkatan Darat fokus pada produksi padi, sedangkan Angkatan Laut mengembangkan komoditas kedelai sebagai bagian dari program pangan nasional.
