KOORDINATOR Masyarakat Anti Korupsi (MAKI), Boyamin Saiman, menyerahkan sejumlah data terkait kasus dugaan korupsi tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG) di Badan Gizi Nasional (BGN) periode 2025-2026. Data tersebut menunjukkan masih adanya pejabat yang terafiliasi dengan sejumlah yayasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Ada dua klaster saya. Ada klaster eselon I atau setingkat eselon I yang harusnya pengawasan, tapi diduga memiliki 20-an dapur umum. Itu yang dengan inisial namanya IRA. Inisial loh ya, IRA,” kata Boyamin di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Boyamin menyebut klaster kedua adalah di tingkat eselon II dengan kewenangan di daerah terpencil, terluar, terdepan (3T). Pejabat eselon II tersebut terafiliasi dengan sekitar 100 yayasan SPPG.
Baca Juga:Laporan Intelijen Heboh: Mossad Diduga Sadap Pemerintah AS, Nama Trump Ikut MunculAmanat Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Resmi BPIP, Lengkap untuk 1 Juni
“Diduga dia juga mengelola atau berurusan dengan sekitar 100-an lebih dapur umum yang diduga terafiliasi dengan dia. Dan lebih banyak sebenarnya itu juga bukan daerah yang seperti kategori tadi (3T), tapi dimasukkan kategori itu. Nah, itu inisialnya TSA,” ucap Boyamin.
Boyamin menjelaskan dua pejabat tersebut seharusnya bertugas mengawasi SPPG. Namun, mereka justru terafiliasi dengan yayasan SPPG demi mendapatkan keuntungan pribadi selaiknya perbuatan Sony Sonjaya, Dadan Hindayana, dan Lodewyk Pusung.
Lebih lanjut, Boyamin mengatakan telah memberikan data lengkap kepada penyidik Kejaksaan Agung, termasuk titik SPPG yang diduga terafiliasi beserta proses pembukaannya. Data itu diharapkan bisa menjadi tambahan untuk pengusutan secara tuntas dugaan korupsi tata kelola MBG.
Boyamin juga mengemukakan telah mendapatkan data mengenai mark up yang dilakukan Dadan, Sony, dan Lodewyk dari sejumlah pengadaan barang. Salah satunya, kata dia, adalah harga asli motor listrik yang sebenarnya dibanderol Rp28 juta.
“Motor listrik itu harganya Rp28 juta, tapi dibayar Rp42 juta. Selisihnya itu besar dan dikali 32 ribu atau berapa itu. Ini suatu yang baru saya dapat dari luar harga itu. Kalau masyarakat netizen sudah tahu bahwa motor luar negeri dibawa ke sini utuh, tidak ada pabriknya segala macam,” ujar Boyamin.
