Mantan Pejabat CIA Simpan 300 Emas Batangan Diduga Hasil Korupsi di Rumah

David J Rush
David J Rush
0 Komentar

“FBI bekerja sama erat dengan mitra kami di CIA dan Departemen Kehakiman seiring kami terus menyelidiki kasus ini secara menyeluruh. Kami berkomitmen mengikuti fakta, memastikan akuntabilitas, dan menegakkan keadilan sesuai hukum.”

Kasus ini berpotensi memicu sorotan terhadap sistem pemeriksaan keamanan pemerintah federal AS yang dirancang untuk mendeteksi ketidakwajaran finansial dan risiko lain pada pegawai yang memiliki akses terhadap informasi sensitif atau rahasia.

Pemerintah AS melakukan pemeriksaan latar belakang sebelum memberikan akses terhadap materi rahasia kepada pegawai intelijen dan keamanan nasional.

Baca Juga:Marketplace Asing Bakal Wajib Punya Kantor Perwakilan di RI, Ini Kata MendagKemendiktisaintek Selidiki Dugaan Pemalsuan Riset 3 WNI di Konferensi Denmark

Setelah pegawai diterima bekerja, pejabat terkait terus memantau aktivitas keuangan, perjalanan, catatan kredit, dan data lainnya melalui program yang dikenal sebagai continuous vetting (proses pemantauan latar belakang karyawan atau individu secara terus-menerus dan otomatis. Istilah ini digunakan dalam konteks keamanan tingkat tinggi, seperti di instansi pemerintah, militer, atau industri maritim).

Program tersebut diawasi oleh Defense Counterintelligence and Security Agency di bawah kewenangan Office of the Director of National Intelligence. Hingga kini belum diketahui secara jelas bagaimana penyelidikan terhadap Rush dimulai atau kapan ia meninggalkan CIA.

Affidavit tersebut juga menuduh Rush selama bertahun-tahun berbohong mengenai latar belakang pendidikan dan profesionalnya. Jaksa menyebut Rush mengajukan lamaran pekerjaan pemerintah sebanyak tiga kali.

Dalam lamaran pertamanya, ia mengeklaim lulus dari Clemson University pada 2000. Pada lamaran berikutnya, ia menambahkan bahwa dirinya memperoleh gelar pascasarjana dari Rensselaer Polytechnic Institute.

Saat berhasil diterima bekerja pada 2009, Rush kembali mencantumkan gelar tersebut dan juga mengaku telah menyelesaikan pelatihan pengujian pesawat di US Naval Test Pilot School, menurut dokumen pengadilan.

Dalam pengajuan promosi berikutnya, ia juga diduga mengeklaim pernah menjadi pembimbing tesis di Air Force Institute of Technology dan mengatakan kepada atasannya bahwa dirinya merupakan pilot Angkatan Laut AS.

Penyidik menyatakan klaim-klaim tersebut tidak benar. Berdasarkan dakwaan, Rush tidak pernah lulus dari institusi pendidikan yang disebutkannya, dan Federal Aviation Administration tidak memiliki sertifikat atau lisensi pilot atas namanya. Penyelidikan masih terus berlangsung.

0 Komentar