Iran Klaim Tembak Jatuh MQ-9 Reaper, Sebut Punya Sistem Pertahanan Udara Baru

MQ-9 Reaper.
MQ-9 Reaper.
0 Komentar

KETEGANGAN di kawasan Teluk kembali memanas setelah Iran mengeklaim telah menembak jatuh pesawat nirawak (drone) canggih milik Amerika Serikat, MQ-9 Reaper, di dekat Selat Hormuz awal pekan ini. Insiden ini menjadi sorotan karena Teheran mengaku menggunakan sistem pertahanan udara baru yang dikembangkan secara lokal disebut Arash-e Kamangir.

Media pemerintah Iran melaporkan bahwa drone pengintai tersebut dijatuhkan di dekat Pulau Qeshm. Penggunaan Arash-e Kamangir dalam insiden ini menandai debut tempur sistem tersebut. Nama sistem ini diambil dari tokoh mitologi Persia, Arash sang Pemanah, yang melambangkan ketangguhan dalam menjaga perbatasan negara.

Pesan Ketangguhan di Tengah Sanksi

Para analis menilai klaim ini merupakan upaya Teheran untuk menunjukkan bahwa kemampuan pertahanan udaranya tetap utuh, meskipun menghadapi serangan berbulan-bulan terhadap situs-situs militernya oleh Amerika Serikat dan Israel. Meskipun belum ada verifikasi independen mengenai efektivitas sistem baru ini, jatuhnya MQ-9 Reaper di salah satu rute pelayaran paling sensitif di dunia memberikan sinyal kuat.

Baca Juga:Marketplace Asing Bakal Wajib Punya Kantor Perwakilan di RI, Ini Kata MendagKemendiktisaintek Selidiki Dugaan Pemalsuan Riset 3 WNI di Konferensi Denmark

Kantor Berita Fars menyebutkan bahwa Arash-e Kamangir memiliki kemampuan deteksi siluman (stealth-detection). “Operasi ini adalah pesan yang jelas dan tegas dari Iran,” ujar seorang pejabat yang dikutip oleh media tersebut. Langkah ini juga dianggap sebagai upaya Iran untuk memperkuat posisi tawar dalam negosiasi gencatan senjata yang sedang berlangsung.

Analisis Pakar: Mark Hilborne dari King’s College London menyatakan bahwa Iran menjadi sangat mandiri dalam desain rudal. Seperti taktik yang terlihat di Ukraina, Iran menggunakan sistem yang murah dan sederhana untuk mengancam aset militer lawan yang jauh lebih mahal dan kompleks.

Strategi Pertahanan Mobile

Sistem Arash-e Kamangir diyakini sebagai bagian dari pergeseran strategi militer Iran menuju pertahanan udara yang lebih mobile dan berbiaya rendah. Berbeda dengan sistem radar tetap yang mudah dideteksi dan dihancurkan, sistem baru ini kemungkinan menggunakan pemandu elektro-optik atau pencari panas yang dapat dipindahkan dengan cepat.

Alex Almeida, analis keamanan dari Horizon Engage, menjelaskan bahwa sistem ini mungkin merupakan pengembangan dari senjata permukaan-ke-udara (SAM) jarak pendek. “Ini sistem pop-up yang mudah dipasang dan diluncurkan, membuatnya sangat sulit untuk ditekan secara permanen oleh serangan udara konvensional,” ungkapnya.

0 Komentar