KEPOLISIAN memastikan foto viral penampakan pocong yang sempat menghebohkan masyarakat Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, merupakan hasil rekayasa digital.
Kapolsek Cikarang Utara Polres Metro Bekasi AKP Noach Hendrik mengatakan klarifikasi dilakukan untuk meredam keresahan masyarakat akibat beredarnya foto tersebut di media sosial dan aplikasi percakapan.
“Kami perlu melakukan klarifikasi untuk meluruskan sekaligus meredam berita viral soal penampakan pocong ini agar tidak menimbulkan keresahan masyarakat,” kata Noach di Cikarang, Selasa.
Baca Juga:Luhut Minta Maaf ke Investor di Singapura soal Risiko Ekonomi RIFatah Pilih Komite Baru, Nama Marwan Barghouti hingga Yasser Abbas Mencuat
Berdasarkan hasil pemeriksaan, foto itu diketahui dibuat oleh seorang pria berinisial RS (32), warga Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi.
Peristiwa bermula pada Ahad (24/5/2026) sekitar pukul 23.00 WIB ketika RS memotret halaman depan rumah di wilayah Blok Asem, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara.
Setelah itu, ia mengunduh gambar pocong dari internet dan mengedit foto tersebut menggunakan aplikasi di telepon genggam dengan menyisipkan gambar pocong ke dalam foto rumah.
Foto hasil editan kemudian dibagikan ke grup WhatsApp keluarga dengan keterangan “Apa tuh di rumah Mak Ebot”. Namun, gambar tersebut akhirnya menyebar luas hingga menimbulkan keresahan di masyarakat.
“Setelah dilakukan pengecekan dan klarifikasi, foto tersebut dipastikan merupakan hasil editan atau hoaks. Yang bersangkutan telah mengakui perbuatannya dan membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi,” ujar Noach.
Selain itu, RS juga telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui video klarifikasi.
Polisi mengimbau masyarakat agar lebih bijak menggunakan media sosial dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
Baca Juga:SMAN 1 Pontianak Tolak Tanding Ulang LCC 4 Pilar MPR di KalbarBoeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk Arab
“Jangan mudah percaya maupun menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya atau berita hoaks karena dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” kata Noach.
Ketika Teknologi Editing Semakin Sulit Dibedakan dari Realitas
Perkembangan teknologi digital membuat proses manipulasi gambar kini semakin mudah dilakukan siapa saja. Hanya melalui aplikasi di telepon genggam, seseorang dapat mengedit foto, menambahkan objek tertentu, hingga menciptakan gambar yang tampak meyakinkan dalam hitungan menit.
Kasus foto pocong viral di Bekasi menjadi salah satu contoh bagaimana rekayasa visual sederhana dapat memicu keresahan masyarakat ketika tersebar luas di media sosial dan aplikasi percakapan. Foto yang awalnya dibuat untuk dibagikan di grup keluarga akhirnya dipercaya sebagian warga sebagai penampakan nyata karena tampilan visualnya terlihat cukup meyakinkan.
