SMAN 1 Pontianak Tolak Tanding Ulang LCC 4 Pilar MPR di Kalbar

SMA Negeri (SMAN) 1 Pontianak menyatakan sikap menolak terlibat dalam pelaksanaan ulang Lomba Cerdas Cermat (L
SMA Negeri (SMAN) 1 Pontianak menyatakan sikap menolak terlibat dalam pelaksanaan ulang Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar yang direncanakan oleh MPR RI. (Foto/Instagram @smasaptk.informasi)
0 Komentar

SMA Negeri (SMAN) 1 Pontianak menyatakan sikap menolak terlibat dalam pelaksanaan ulang Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar yang direncanakan oleh MPR RI. Pihak sekolah menegaskan tetap menghormati hasil kompetisi yang sudah berjalan dan mendukung penuh SMAN 1 Sambas sebagai perwakilan Kalimantan Barat ke tingkat nasional.

Penolakan ini disampaikan Kepala SMAN 1 Pontianak, Indang Maryati, dalam pernyataan sikap yang diunggah melalui akun Instagram resmi SMAN 1 Pontianak, @smasaptk.informasi.

“SMAN 1 Pontianak menyatakan tidak akan terlibat dalam pelaksanaan Lomba LCC yang diulang, sebagaimana informasi yang disampaikan oleh MPR RI,” tulisnya dalam poin ke-6 pernyataan sikap tersebut, dikutip Kamis (14/5/2026).

Baca Juga:Boeing KC-135 Stratotanker 'Pom Bensin Terbang' Militer AS Hilang Sinyal di Teluk ArabSaad al-Kaabi CEO QatarEnergy Ungkap Dirinya Ingatkan Amerika Serikat Bahaya Pasokan Energi Saat Konflik Iran

Tidak hanya itu, SMAN 1 Pontianak juga menyatakan bahwa mereka menghormati hasil lomba yang telah ditetapkan. Karena itu, SMAN 1 Pontianak mendukung penuh kemenangan SMAN 1 Sambas sebagai perwakilan Kalimantan Barat dalam LCC 4 Pilar tingkat nasional yang digelar di Pontianak, Sabtu (9/5/2026).

Dalam pernyataan sikap tersebut, Indang menegaskan langkah yang diambil merupakan bagian dari upaya SMAN 1 Pontianak untuk memperoleh konfirmasi dan klarifikasi, demi terwujudnya pelaksanaan dan mekanisme Lomba yang transparan, objektif dan akuntabel.

Sebaliknya, langkah yang diambil bukan bertujuan menjatuhkan kredibilitas lembaga maupun penyelenggara lomba.

“Langkah yang dilakukan bukan merupakan upaya untuk menyerang ataupun menjatuhkan kredibilitas lembaga, penyelenggara lomba, maupun individu tertentu,” tulis SMAN 1 Pontianak dalam pernyataan sikap itu.

Bahkan, sejak awal SMAN 1 Pontianak juga tidak bermaksud untuk menganulir hasil lomba. Melainkan hanya ingin mendapatkan klarifikasi terhadap poin-poin yang dipersoalkan.

Meski begitu, SMAN 1 Pontianak menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi di tengah masyarakat. Selain itu, SMAN 1 Pontianak juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah memberikan perhatian dan dukungan selama polemik berlangsung.

“SMAN 1 Pontianak memohon maaf atas kegaduhan yang terjadi, serta mengajak semua pihak untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan semangat kebersamaan, saling menghargai, dan menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan,” kata SMAN 1 Pontianak.

0 Komentar