“Tahun 2023 kemarin kita sampai lakukan ada 24 paket latihan karena di tahun 2024 inipun kita hanya melakukan 12 pelatihan separuhnya saja. Sumber dana pelatihan disamping dari APBD ada yang dari DAK ada juga yang dari DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau) itu ada juga yang kita gunakan untuk pelatihan, itu satu sisi kita lakukan pelatihan” jelas Adi sebagai Kepala Disperinnaker pada saat dikunjungi oleh delik.
Untuk meminimalisir peningkatan pengangguran yang disebabkan oleh faktor penyebab kenaikan tersebut, pemerintah melakukan upaya lainnya seperti mengadakan Job Fair di Kota Salatiga yang kemarin diadakan pada 28-29 Mei 2024.
Job Fair merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk mengurangi angka pengangguran sudah ada sebelumnya, dimana ada sekitar hanya ada sekitar 60 perusahaan yang bekerja sama dengan Pemerintah Kota Salatiga untuk mengadakan pembukaan lowongan pekerjaan yang diadakan secara terbuka untuk semua kalangan yang memenuhi syarat di Auditorium UIN, hanya ada sekitar 60 perusahaan atau stand dikarenakan sesuai dengan kapasitas tempat yang dipakai untuk menyelenggarakan acara tersebut
Baca Juga:Song Jae-rim Ditemukan Meninggal Penyebab Kematian Belum Terkonfirmasi, Ada 2 Lembar SuratPernah Ditolak Amerika Serikat, Kini Presiden Prabowo Subianto Menuju Washington
“Kemudian kita lakukan apa yang namanya Job Fair atau bursa kerja, kita lakukan pengumpulan, kita mempertemukan antara mereka-mereka yang ada dalam posisi sedang mencari kerja dengan perusahaan-perusahaan yang sedang butuh tenaga kerja dalam suatu event yang kita bikin. Terakhir-terakhir ini kita melakukannya di Auditorium UIN, karena di kota Salatiga auditorium paling besar UIN yang punya, makanya kita pakai Auditorium UIN karena harapannya bisa menampung lebih banyak pencari kerja dan juga perusahaan-perusahaan yang ikut membuka stand disitu terbukti dulu di GPD hanya bisa membuka berapa stand, sekarang di UIN bisa 60 stand kita buka. Artinya kita bisa libatkan 60 perusahaan terseleksi karena animo perusahaan untuk mengikuti Job Fair kita itu besar daftar sampai 80 lebih, tapi karena terkait dengan keterbatasan tempat, kita hanya mampu untuk membangun 60 stand kita batasi 60 saja yang bisa ikut, akhirnya kita seleksi berdasarkan pertimbangan dari dinas. Paska selesai Job Fair dia masih mau memberi laporan berapa yang akhirnya perusahaan itu benar-benar memperkerjakan orang dari hasil Job Fair” jelas Susanto Adi Wibowo, S.T., M.T selaku Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinnaker) Kota Salatiga kepada delik.
