Dari pernyataan Kepala Disperinnaker ditegaskan bahwa data pada laman Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Semarang dimana penurunan tidak terjadi secara signifikan tahun 2022 sebesar 7,44% ke tahun 2023 sebesar 4,57% merupakan data yang keliru (salah), melainkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada tahun 2022 di Kota Salatiga sebesar 5,58%.
Maka dari itu kembali ditegaskan kembali bahwa penurunan yang terjadi selama kurun waktu tersebut diartikan jumlah tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Salatiga dari tahun 2022 ke tahun 2023 terjadi secara perlahan.
Dengan begitu diharapkan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Semarang bisa mengubah data yang sudah dilampirkan pada laman mereka tersebut agar tidak terjadi kesalahpahaman mengenai data tersebut.
Baca Juga:Song Jae-rim Ditemukan Meninggal Penyebab Kematian Belum Terkonfirmasi, Ada 2 Lembar SuratPernah Ditolak Amerika Serikat, Kini Presiden Prabowo Subianto Menuju Washington
Penurunan yang terjadi beberapa tahun ke belakang setelah masa covid-19 yaitu mulai dari tahun 2021 ke tahun 2023 tidak langsung mengalami penurunan secara signifikan, menurut Adi sebagai Kepala Disperinnaker menyatakan kepada delik
“Justru agak khususnya disini dari tahun 2022 ke 2023 dimana di sebelumnya tingkat pengangguran terbuka di Kota Salatiga itu lebih tinggi dari rata-rata tingkat pengangguran di kota kabupaten di Jawa Tengah, yang di 2023 kita mulai ada di bawah rata-rata TPT Kota Kabupaten di Jawa Tengah”.
Setelah pernah menjadi tingkat pengangguran terbuka (TPT) yang tingginya melebihi rata-rata tingkat pengangguran yang berada di wilayah kota/kabupaten di Jawa Tengah, Kota Salatiga mulai sedikit keluar dari era tersebut.
Dimana pada tahun 2023 ada sebesar 113.337 orang yang merupakan angkatan kerja dan sebanyak 4,57% atau 5.178 orang yang belum menemukan pekerjaan atau merupakan penganggur terbuka.
Persentase tersebut masih terbagi lagi, dimana jumlah pengangguran jumlah lebih besar terjadi pada masyarakat yang memiliki tingkat pendidikan sekolah menengah seperti yang diungkapkan Adi kepada delik siang itu
“Sedangkan angkatan kerja yang ada di 2023 kemarin adalah 113.337 angkatan kerja dan 4,57% atau sebesar 5.178 orang itu belum menemukan pekerjaannya, jadi di tahun 2023 pengangguran yang ada di Kota Salatiga 5.178 orang. Itu masih terbagi lagi presentasennya bahwa pengangguran lebih besar pada pengangguran mereka-mereka yang mempunyai tingkat pendidikan sekolah menengah, sekolah menengan seperti SMA, SMU, dan SMK ini lebih dari 60% dan kemudian diikuti pendidikan dasar SD, SMP sebesar sekian persen, yang terakhir itu oleh lulusan perguruan pendidikan tinggi itu adalah 13,08% dari angka yang 5.178 orang tadi”.
