Setahun kemudian, ijazah Gibran justru disidangkan di Mahkamah Konstitusi. Apakah ia keliru? Tidak juga. Isu yang dianggap pengalih perhatian kadang akhirnya sampai juga ke ruang sidang. Itu sebabnya saya tidak buru-buru menilai.
Ada satu bukti lagi, dan ini yang paling cocok dengan julukan saya. Di Kompasiana, tempat ia menulis dengan nama “Mas Heru”, ada tulisan berjudul “Ego Manusia Tidak Mampu Robohkan Spiritualitas Alam Semesta”. Jujur saja, judul seperti itu tidak mungkin ditulis orang yang tidak pernah menatap langit. Saya harus mengaku lagi: saya baru membaca judulnya, belum isinya. Tapi untuk urusan julukan, judul sudah cukup.
Sekarang masuk bagian yang paling iseng, dan saya mohon dibaca sebagai khayalan.
Andaikan Pak Prabowo butuh alien.
Baca Juga:Terungkap Gibran Hanya Serahkan Data Kehadiran dan Transkrip Nilai, Bukan IjazahSiapa Agus Sulaiman Mantan Polisi yang Divonis Mati? Berikut Kronologi Kasus Pembunuhan Mahasiswi UMM
Coba hitung. Dalam kurang dari dua tahun, kabinet sudah diputar tujuh kali. Awal Oktober ini saja, delapan belas pejabat dilantik dalam sehari, Kapolri berganti, lalu Wantimpres terbentuk dengan 26 anggota. Isinya lengkap: mantan menteri, ulama, pengusaha, mantan ketua umum organisasi besar, dan satu pengkritik kawakan. Tidak ada kursi yang kosong, kecuali kursi ke-27.
Kursi itu belum dipesan siapa-siapa. Kursi untuk makhluk yang datang dari luar atmosfer.
Kenapa penting? Karena semua orang di dalam ruangan itu, betapapun cerdasnya, sama-sama tinggal di bumi yang sama, dengan jalan tol yang sama, dengan grup WhatsApp yang sama. Mereka pandai membaca peta kekuasaan dari dalam. Alien membaca dari atas. Dari ketinggian ratusan kilometer, kata alien, Indonesia tidak kelihatan berpartai-partai. Yang kelihatan hanya pulau-pulau, lampu kota, dan titik-titik gelap yang belum tersambung listrik.
Kursi menteri sudah tujuh kali diputar. Barangkali yang perlu diputar berikutnya bukan orangnya, tapi sudut pandangnya.
Gajinya juga murah, kata saya. Anggota Wantimpres menerima Rp76,5 juta sebulan. Untuk ukuran alien yang biasa bepergian antargalaksi, itu bahkan tidak cukup untuk bensin pesawat. Tapi alien yang baik biasanya tidak mengejar gaji. Ia mengejar jawaban.
Dan syaratnya tidak banyak. Satu: berani bilang, “dari atas sini, rencana ini tidak kelihatan masuk akal.” Dua: tidak ikut kubu mana pun, karena di luar angkasa memang tidak ada kubu. Tiga: sanggup duduk tenang kalau tidak didengar, dan sanggup bicara keras kalau didengar.
