Satu Hari untuk Kapolri, Satu Hari untuk 26 Penasihat

Satu Hari untuk Kapolri, Satu Hari untuk 26 Penasihat
Bondhan W
0 Komentar

BIASANYA penggantian Kapolri itu seperti menunggu bus di terminal kecil: sudah dengar kabarnya berbulan-bulan, tapi tidak tahu kapan datang. Kali ini busnya datang tanpa klakson.

Surat Presiden dikirim ke DPR tanggal 30 September. Besoknya, 1 Oktober, Komisi III menggelar uji kelayakan, menyetujui secara aklamasi, lalu paripurna mengetok palu. Siang harinya Komjen Suyudi Ario Seto sudah diambil sumpahnya di Istana. Dari surat sampai pelantikan: sekitar satu hari.

Calon yang diajukan hanya satu nama. Ketua DPR Puan Maharani bilang itu lazim untuk jabatan Kapolri. Listyo Sigit Prabowo, yang sudah lebih dari lima tahun memimpin Polri, diberhentikan dengan hormat. Alasannya, kata Puan, sudah waktunya.

Baca Juga:Terungkap Gibran Hanya Serahkan Data Kehadiran dan Transkrip Nilai, Bukan IjazahSiapa Agus Sulaiman Mantan Polisi yang Divonis Mati? Berikut Kronologi Kasus Pembunuhan Mahasiswi UMM

Lalu ke mana Listyo? Pertanyaan itu baru dijawab beberapa jam kemudian. Ia dilantik jadi Kepala Staf Kepresidenan, menggantikan Dudung Abdurachman yang naik jadi Menko Polkam. Jadi Listyo tidak jatuh. Ia pindah ke ruangan yang lebih dekat dengan Presiden.

Siapa Suyudi? Ia perwira tinggi lulusan Akpol 1994, berkarier panjang di reserse, dan sebelum ini memimpin BNN. Slogan yang ia bawa: “Polri Bersama Masyarakat”. Di DPR ia sempat disoraki wartawan karena tidak melayani tanya-jawab seusai uji kelayakan. Hal kecil, tapi menggambarkan tugas pertamanya: Kapolri baru harus belajar bicara, bukan hanya bekerja.

Sekarang Wantimpres.

Keesokan harinya, Jumat 2 Oktober, Presiden melantik Dewan Pertimbangan Presiden. Jumlahnya 26 orang. Itu cukup untuk dua tim sepak bola, ditambah empat pemain cadangan. Presiden Jokowi dulu hanya melantik sembilan. Ini pertama kalinya Prabowo punya Wantimpres. Sebelumnya ia memakai penasihat khusus dan utusan khusus.

Pratikno jadi ketua. Hatta Rajasa wakil ketua. Sekretarisnya M Qodari, yang enam bulan lalu masih Kepala Badan Komunikasi Pemerintah. Anggotanya macam-macam. Ada Quraish Shihab, Shinta Nuriyah Wahid, dan dua mantan Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj dan Yahya Cholil Staquf. Ada pengusaha: Chairul Tanjung, Dato’ Sri Tahir, Jusuf Hamka, Jusuf Wanandi. Ada politisi dan pejabat lama: Bambang Soesatyo, Agum Gumelar, Budi Gunawan, Ignasius Jonan, Anwar Usman. Dan ada Rocky Gerung, yang selama ini dikenal vokal mengkritik pemerintah.

0 Komentar