Satu Hari untuk Kapolri, Satu Hari untuk 26 Penasihat

Satu Hari untuk Kapolri, Satu Hari untuk 26 Penasihat
Bondhan W
0 Komentar

Gajinya Rp76,5 juta per bulan per orang, menurut Perpres 15 Tahun 2026. Kalikan 26, hasilnya hampir Rp2 miliar sebulan, atau sekitar Rp24 miliar setahun. Itu baru gaji, belum fasilitas lain.

Wantimpres itu sebenarnya apa? Ia hanya memberi nasihat. Presiden boleh mendengar, boleh juga tidak. Tidak ada anggaran yang dikelolanya dan tidak ada keputusan yang ditandatanganinya. Maka kekuatannya ada pada siapa yang duduk di dalamnya, bukan pada kewenangannya.

Tafsir saya, ini susunan yang sengaja dibuat lebar. Ada orang dalam yang akan menjaga arus informasi, ada tokoh agama yang memberi legitimasi moral, ada pengusaha yang memberi kedekatan dengan dunia usaha, dan ada satu-dua suara yang tidak selalu setuju. Kalau suara berbeda itu didengar, Wantimpres akan berguna. Kalau tidak, ia menjadi ruang rapat yang megah tanpa pengaruh.

Baca Juga:Terungkap Gibran Hanya Serahkan Data Kehadiran dan Transkrip Nilai, Bukan IjazahSiapa Agus Sulaiman Mantan Polisi yang Divonis Mati? Berikut Kronologi Kasus Pembunuhan Mahasiswi UMM

Perhatikan juga alur orangnya. Pratikno dilepas dari Menko PMK pada 1 Oktober, dan pada 2 Oktober sudah jadi Ketua Wantimpres. Budi Gunawan, yang tahun lalu keluar dari kursi Menko Polkam, kini kembali ke lingkaran Istana lewat pintu lain. Listyo dari Kapolri ke KSP. Jadi dalam dua hari ini hampir tidak ada yang benar-benar keluar dari lingkaran. Yang terjadi adalah pemindahan tempat duduk.

Itu bisa dibaca sebagai kebijaksanaan: orang berpengalaman tetap terpakai, dan tidak ada yang tersingkir dengan luka. Bisa juga dibaca sebaliknya: lingkaran Istana makin penuh, makin padat dengan orang yang itu-itu saja. Dua bacaan itu sama-sama punya dasar. Saya cenderung menunggu dulu.

Yang bisa diukur nanti justru dua hal sederhana. Pertama, apakah di bawah Suyudi, Polri makin dipercaya warga, dan bukan hanya makin rapi di atas kertas. Kedua, apakah Wantimpres pernah sekali saja memberi nasihat yang tidak enak didengar, dan nasihat itu diikuti.

Kalau dua-duanya terjadi, ini perubahan. Kalau tidak, ini hanya pelantikan dua hari berturut-turut.

Penulis: Bondhan W

0 Komentar