Republik Rakyat China diproklamasikan pada 1 Oktober 1949 ketika Mao Zedong mengumumkan berdirinya pemerintahan baru di Lapangan Tiananmen. Tanggal 1 Oktober kemudian ditetapkan sebagai Hari Nasional dan menjadi salah satu perayaan terpenting dalam kalender politik China.
China Masuki Golden Week
Selepas perayaan Hari Nasional, masyarakat China memasuki masa libur panjang yang dikenal luas sebagai Golden Week. Untuk 2026, libur Hari Nasional ditetapkan berlangsung selama tujuh hari, mulai Kamis, 1 Oktober, hingga Rabu, 7 Oktober.
Aktivitas kerja normal kembali berlangsung setelah periode tersebut, meskipun pemerintah menetapkan Sabtu, 10 Oktober, sebagai hari kerja pengganti. Skema penyesuaian hari kerja semacam itu digunakan pemerintah China untuk membentuk blok libur panjang yang memungkinkan masyarakat bepergian dan berkumpul bersama keluarga.
Baca Juga:Siapa Agus Sulaiman Mantan Polisi yang Divonis Mati? Berikut Kronologi Kasus Pembunuhan Mahasiswi UMMKantor dan Rumah Jabatan Bupati Gowa Digeledah Kortas Tipidkor Polri Terkait Dugaan Korupsi Perizinan PBG
Golden Week biasanya menjadi salah satu periode perjalanan domestik tersibuk sepanjang tahun. Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata China bahkan telah mengeluarkan panduan perjalanan dan cuaca untuk liburan 1–7 Oktober karena tingginya mobilitas masyarakat selama periode tersebut.
Namun di tengah pesta, liburan, dan pesan optimistis dari Balai Agung Rakyat, pidato Xi memperlihatkan agenda yang jauh lebih besar. Beijing sedang berusaha menunjukkan bahwa sistem politiknya tetap mampu menghasilkan pertumbuhan, menjaga stabilitas dan mengarahkan modernisasi, sembari menghadapi tekanan ekonomi serta persaingan geopolitik yang semakin keras.
Bagi Xi, pesan pada malam menjelang ulang tahun ke-77 itu tidak ambigu. China ingin tampil sebagai negara yang yakin dengan sistemnya sendiri, bertekad mencapai target ekonomi, mempertahankan klaim teritorialnya, dan mengambil peran lebih besar dalam membentuk tata dunia yang sedang berubah.
