Xi Jinping: Sosialisme Unggul Besar dan Kebangkitan China Tak Dapat Dibendung

Presiden Tiongkok Xi Jinping merapikan pita pada keranjang bunga saat upacara pemberian karangan bunga kepada
Presiden Tiongkok Xi Jinping merapikan pita pada keranjang bunga saat upacara pemberian karangan bunga kepada para pahlawan nasional yang gugur di Lapangan Tian\'anmen di Beijing, ibu kota Tiongkok, 30 September 2026. Xi Jinping dan para pemimpin Partai Komunis Tiongkok dan negara lainnya, termasuk Li Qiang, Zhao Leji, Wang Huning, Cai Qi, Ding Xuexiang, Li Xi, dan Han Zheng, menghadiri upacara tersebut pada hari Rabu. Acara ini diadakan untuk memperingati Hari Martir. Diperingati pada tanggal 30 September, satu hari sebelum Hari Nasional, hari itu memperingati mereka yang telah mengorbankan nyawa mereka untuk kemerdekaan dan kemakmuran nasional. (Xinhua/Xie Huanchi)
0 Komentar

Republik Rakyat China diproklamasikan pada 1 Oktober 1949 ketika Mao Zedong mengumumkan berdirinya pemerintahan baru di Lapangan Tiananmen. Tanggal 1 Oktober kemudian ditetapkan sebagai Hari Nasional dan menjadi salah satu perayaan terpenting dalam kalender politik China.

China Masuki Golden Week

Selepas perayaan Hari Nasional, masyarakat China memasuki masa libur panjang yang dikenal luas sebagai Golden Week. Untuk 2026, libur Hari Nasional ditetapkan berlangsung selama tujuh hari, mulai Kamis, 1 Oktober, hingga Rabu, 7 Oktober.

Aktivitas kerja normal kembali berlangsung setelah periode tersebut, meskipun pemerintah menetapkan Sabtu, 10 Oktober, sebagai hari kerja pengganti. Skema penyesuaian hari kerja semacam itu digunakan pemerintah China untuk membentuk blok libur panjang yang memungkinkan masyarakat bepergian dan berkumpul bersama keluarga.

Baca Juga:Siapa Agus Sulaiman Mantan Polisi yang Divonis Mati? Berikut Kronologi Kasus Pembunuhan Mahasiswi UMMKantor dan Rumah Jabatan Bupati Gowa Digeledah Kortas Tipidkor Polri Terkait Dugaan Korupsi Perizinan PBG

Golden Week biasanya menjadi salah satu periode perjalanan domestik tersibuk sepanjang tahun. Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata China bahkan telah mengeluarkan panduan perjalanan dan cuaca untuk liburan 1–7 Oktober karena tingginya mobilitas masyarakat selama periode tersebut.

Namun di tengah pesta, liburan, dan pesan optimistis dari Balai Agung Rakyat, pidato Xi memperlihatkan agenda yang jauh lebih besar. Beijing sedang berusaha menunjukkan bahwa sistem politiknya tetap mampu menghasilkan pertumbuhan, menjaga stabilitas dan mengarahkan modernisasi, sembari menghadapi tekanan ekonomi serta persaingan geopolitik yang semakin keras.

Bagi Xi, pesan pada malam menjelang ulang tahun ke-77 itu tidak ambigu. China ingin tampil sebagai negara yang yakin dengan sistemnya sendiri, bertekad mencapai target ekonomi, mempertahankan klaim teritorialnya, dan mengambil peran lebih besar dalam membentuk tata dunia yang sedang berubah.

0 Komentar