Pidato tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana Beijing memproyeksikan dirinya di panggung global. Di satu sisi, pemerintah China menekankan kedaulatan dan kepentingan nasional; di sisi lain, Beijing berupaya menempatkan berbagai inisiatif globalnya sebagai alternatif dan pelengkap dalam tata kelola internasional.
800 Tamu di Balai Agung Rakyat
Resepsi berlangsung di aula perjamuan Balai Agung Rakyat yang didominasi warna merah. Lambang negara tergantung di atas panggung dengan angka “1949–2026” menjadi latar utama perayaan 77 tahun berdirinya Republik Rakyat China.
Perdana Menteri Li Qiang memimpin resepsi yang dimulai sekitar pukul 17.30 waktu setempat. Hadir bersama Xi antara lain Ketua Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional Zhao Leji, Ketua Konferensi Permusyawaratan Politik Rakyat China Wang Huning, Cai Qi, Wakil Perdana Menteri Ding Xuexiang, Li Xi, dan Wakil Presiden Han Zheng.
Baca Juga:Siapa Agus Sulaiman Mantan Polisi yang Divonis Mati? Berikut Kronologi Kasus Pembunuhan Mahasiswi UMMKantor dan Rumah Jabatan Bupati Gowa Digeledah Kortas Tipidkor Polri Terkait Dugaan Korupsi Perizinan PBG
Sekitar 800 orang menghadiri acara tersebut. Mereka mencakup pejabat partai dan negara, perwakilan Tentara Pembebasan Rakyat dan kepolisian, organisasi industri dan perdagangan, penerima penghargaan nasional, perwakilan kelompok etnis, tokoh Hong Kong dan Makau, warga Taiwan dan diaspora China, diplomat asing, serta perwakilan organisasi internasional.
Sejumlah tamu asing juga hadir bersama para diplomat yang bertugas di Beijing. Kehadiran mereka membuat resepsi tersebut tidak hanya menjadi perayaan domestik, tetapi juga sebuah panggung diplomatik tahunan China.
Dari Tiananmen Menuju Hari Nasional
Beberapa jam sebelum menghadiri resepsi, Xi bersama pemimpin tertinggi China lainnya mengikuti upacara Hari Peringatan Para Martir di Lapangan Tiananmen. Mereka meletakkan karangan bunga di Monumen Pahlawan Rakyat sebagai penghormatan kepada mereka yang gugur dalam perjuangan revolusi dan pembangunan China.
Hari Peringatan Para Martir diperingati setiap 30 September, sehari sebelum Hari Nasional. Tahun 2026 sekaligus menandai 105 tahun berdirinya PKC dan 90 tahun kemenangan Long March, perjalanan panjang Tentara Merah yang berlangsung pada 1934–1936.
Rangkaian simbol sejarah itu menjadi bagian penting dalam narasi politik China modern. Peringatan para martir pada pagi hari diikuti resepsi pendirian Republik Rakyat China pada sore dan malam hari, menghubungkan sejarah revolusi dengan agenda pembangunan China saat ini.
