KETUA Komisi XIII DPR RI Willy Aditya viral setelah potongan videonya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XIII DPR RI pada Senin (28/9/2026) beredar di media sosial. Dalam rekaman tersebut, Willy terdengar mengucapkan kata “bacot” ketika seorang staf menghampiri meja pimpinan rapat. Ucapannya terdengar melalui mikrofon yang masih aktif sehingga ikut terdengar.
Rapat yang membahas persoalan di Lapas Kelas IIA Cibinong tersebut digelar Komisi XIII DPR RI bersama jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong nonaktif Wisnu Hani Putranto. Pembahasan berfokus pada tindak lanjut temuan Ombudsman RI terkait fasilitas yang disebut mewah di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Di tengah agenda tersebut, seorang staf terlihat menghampiri Willy dari belakang kursi. Willy pun menanggapi apa yang disampaikan staf tersebut tanpa sadar jika umpatannya terdengar jelas karena mikrofon masih aktif.
Baca Juga:Siapa Agus Sulaiman Mantan Polisi yang Divonis Mati? Berikut Kronologi Kasus Pembunuhan Mahasiswi UMMKantor dan Rumah Jabatan Bupati Gowa Digeledah Kortas Tipidkor Polri Terkait Dugaan Korupsi Perizinan PBG
“Nggak usah kamu duduk aja. Bacot kamu,” ucap Willy dalam potongan video tersebut.
Sosok Anggota DPR Willy Aditya
Willy Aditya merupakan politisi Partai NasDem yang lahir di Solok, Sumatera Barat, pada 12 April 1978. Ia putra dari dari pasangan Syamsudin Lubis dan Asna Hasan. Willy menikah dengan Yemmi Livenda dan memiliki tiga orang anak.
Ia dikenal sebagai salah satu kader yang terlibat cukup awal dalam perjalanan gerakan Nasional Demokrat hingga berkembang menjadi Partai NasDem. Saat ini, Willy tercatat sebagai Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur XI untuk periode 2024-2029 dari Fraksi Partai NasDem.
Dalam struktur partai, ia juga tercatat sebagai Ketua DPP Partai NasDem, posisi yang telah dijalaninya sejak 2013. Dalam perjalanan politiknya, Willy tidak hanya aktif di parlemen tetapi juga dikenal melalui aktivitas organisasi, gerakan mahasiswa, pendidikan demokrasi, serta kegiatan politik dan sosial.
Latar belakang aktivisme Willy terbentuk sejak masa mudanya ketika ia menempuh pendidikan di SMA Plus INS Kayutanam, Sumatera Barat. Semasa sekolah, ia sudah aktif dalam forum diskusi, kegiatan keagamaan, serta menulis artikel dan puisi.
