Siapa Willy Aditya yang Viral Gegara Umpatan "Bacot" Saat Rapat Dengar Pendapat DPR Soal Lapas Cibinong?

Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya terekam kamera menegur seorang staf yang menghampiri mejanya. Peristiwa
Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya terekam kamera menegur seorang staf yang menghampiri mejanya. Peristiwa tersebut terjadi saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XIII DPR RI bersama jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) dan Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong, Senin (28/9/2026). (IST)
0 Komentar

Ia tercatat sebagai Ketua DPP Partai NasDem sejak 2013, setelah sebelumnya menjadi Wakil Sekretaris Jenderal bidang Organisasi dan Keanggotaan. Ia juga pernah dipercaya sebagai Ketua Umum Liga Mahasiswa NasDem serta menjabat di bidang Media dan Komunikasi Publik DPP Partai NasDem.

Karier Willy kemudian berlanjut ke parlemen. Pada Pemilu Legislatif 2019, ia maju sebagai calon anggota DPR RI dari Dapil Jawa Timur XI dan berhasil terpilih setelah memperoleh 190.814 suara. Ia kembali terpilih menjadi anggota DPR RI periode 2024-2029.

Setelah aktif di dunia politik dan organisasi, Willy juga dikenal sebagai penulis sejumlah buku, di antaranya “Indonesia di Jalan Restorasi”, “Mari Bung Rebut Kembali”, dan “Moralitas Republikan”. Ia juga tercatat pernah menjabat sebagai Direktur Populis Institute.

Harta Kekayaan Anggota DPR Willy Aditya

Baca Juga:Siapa Agus Sulaiman Mantan Polisi yang Divonis Mati? Berikut Kronologi Kasus Pembunuhan Mahasiswi UMMKantor dan Rumah Jabatan Bupati Gowa Digeledah Kortas Tipidkor Polri Terkait Dugaan Korupsi Perizinan PBG

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan Willy Aditya pada 26 Maret 2026 untuk periode pelaporan 2025, Willy memiliki tanah dan bangunan senilai Rp10.505.520.000. Aset tersebut berupa tanah seluas 740 meter persegi di Kota Jakarta Timur.

Untuk kategori alat transportasi dan mesin, Willy tidak mencantumkan harta atau aset apapun. Hal serupa terdapat pada kategori harta bergerak lainnya, surat berharga, dan harta lainnya, yang seluruhnya tidak mencantumkan nilai aset.

Komponen terbesar dalam laporan tersebut adalah kas dan setara kas yang mencapai Rp24.585.366.819. Dalam laporan periode 2025 tersebut, Willy tidak mencantumkan utang sehingga total kekayaan yang dilaporkannya adalah Rp35.090.886.819.

0 Komentar