Setelah menyelesaikan pendidikan menengah pada 1997, Willy melanjutkan studi ke Universitas Gadjah Mada (UGM) dan terlibat aktif dalam berbagai organisasi mahasiswa. Ia tercatat sebagai pendiri Kelompok Studi Selendang Biru UGM, pernah terlibat dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan, serta menjadi bagian dari Jamaah Salahuddin Masjid Kampus UGM. Ia kemudian dipercaya menjadi pimpinan Dewan Mahasiswa UGM pada 1998-1999.
Salah satu bagian penting dari aktivitas Willy di dunia mahasiswa adalah keterlibatannya dalam Front Mahasiswa Nasional (FMN). Setelah sebelumnya aktif sebagai pimpinan mahasiswa di UGM, ia ikut mendirikan FMN dan kemudian dipercaya menjadi salah satu pimpinan organisasi tersebut pada awal 2000-an.
Willy juga tercatat pernah menjadi Sekretaris Jenderal FMN dan kemudian menjadi Ketua organisasi tersebut. Dalam aktivitasnya sebagai aktivis, ia terlibat dalam berbagai aksi dan advokasi, termasuk gerakan yang berkaitan dengan persoalan petani, agraria, buruh, dan kebijakan publik.
Baca Juga:Siapa Agus Sulaiman Mantan Polisi yang Divonis Mati? Berikut Kronologi Kasus Pembunuhan Mahasiswi UMMKantor dan Rumah Jabatan Bupati Gowa Digeledah Kortas Tipidkor Polri Terkait Dugaan Korupsi Perizinan PBG
Pada 2003, namanya juga muncul dalam aksi mahasiswa di UGM yang menolak kedatangan Perdana Menteri Australia John Howard ke kampus tersebut.
Di luar gerakan mahasiswa, Willy memperluas aktivitas sosial-politiknya melalui keterlibatan dalam gerakan buruh dan kelompok masyarakat sipil. Ia pernah bergabung dengan Perhimpunan Rakyat Pekerja (PRP) dan dipercaya menjadi sekretaris jenderal pertama organisasi tersebut pada 2005-2006.
Pengalaman tersebut kemudian berlanjut melalui pendirian Sekolah Demokrasi Tangerang pada 2007. Perjalanan Willy kemudian memasuki arena politik elektoral melalui keterlibatannya dalam Merti Nusantara pada 2009. Kelompok tersebut mendukung pencalonan Sri Sultan Hamengkubuwono X sebagai calon presiden.
Meskipun pencalonan tersebut tidak berlanjut karena tidak memperoleh dukungan politik yang memadai, keterlibatan dalam Merti Nusantara menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan politik Willy.
Setahun kemudian, ia ikut dalam pembentukan Ormas Nasional Demokrat yang digagas Surya Paloh. Willy tercatat sebagai salah satu deklarator dan terlibat dalam merumuskan gagasan gerakan tersebut. Salah satu gagasan yang dikaitkan dengan Willy adalah konsep Restorasi Indonesia, yang kemudian menjadi bagian dari narasi gerakan perubahan yang dibawa Nasional Demokrat.
Nasional Demokrat selanjutnya berkembang ke ranah politik melalui pendirian Partai NasDem. Willy menjadi salah satu tokoh yang ikut dalam proses tersebut dan kemudian menduduki posisi di struktur kepengurusan partai.
