Update Pencarian Kru Jurnalis di Selat Sunda: Tim SAR Sisir Total Luas Area Capai 6.010 NM²

Basarnas memberangkatkan tim pencarian untuk wilayah sekitar Pulau Sertung, Selat Sunda, Banten, Jumat (11/9/2
Basarnas memberangkatkan tim pencarian untuk wilayah sekitar Pulau Sertung, Selat Sunda, Banten, Jumat (11/9/2026). (Foto/Istimewa)
0 Komentar

TIM SAR Gabungan terus mengoptimalkan pencarian rombongan jurnalis yang meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda, Banten.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengatakan operasi SAR hari ini melibatkan unsur laut, darat, dan udara dengan total luas area pencarian mencapai 6.010 NM². Operasi pencarian terus dioptimalkan dengan mengerahkan berbagai unsur SAR gabungan dan sarana pencarian yang tersedia.

“Memasuki hari keenam operasi SAR, kami bersama seluruh unsur SAR gabungan terus berupaya mengoptimalkan pencarian terhadap delapan orang yang masih dalam pencarian. Area pencarian telah dibagi menjadi beberapa sektor dengan dukungan unsur laut, darat, dan udara. Kami akan terus melakukan upaya terbaik dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel yang terlibat,” ujar Al Amrad dalam keterangan tertulis, Minggu (13/9/2026).

Baca Juga:Dokumen Rahasia Pembunuhan JFK: Misteri Lama, Operasi CIA, hingga Terselipnya Nama IndonesiaIdentitas Baru untuk Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Mulai 20 Oktober, Ini Alasan Pemerintah

Berdasarkan laporan operasi, delapan orang yang berada di dalam speedboat tersebut terdiri atas kapten kapal, anak buah kapal (ABK), seorang guide, serta lima orang jurnalis dan pekerja media. Mereka adalah Warta (55) selaku kapten kapal, Surakman (60) selaku ABK, Heriyanto (49) selaku guide, M. Bagus Khoirunnas (28) selaku jurnalis Antara, Ari Basuki (52) selaku jurnalis Merdeka, Yudhis selaku jurnalis iNews, Daus (42) selaku jurnalis Anadolu, dan Donal selaku pekerja freelance.

“Hingga laporan rencana operasi SAR hari keenam, seluruh korban masih berstatus Dalam Pencarian (DP),” tutur dia.

Untuk mengoptimalkan pencarian, kata Al Amrad, Tim SAR Gabungan membagi area operasi menjadi enam sektor, yakni Sektor V di 840 NM² yang melibatkan KRI Kerambit dan KRI Teluk Gilimanuk. Sektor W pada 1.120 NM² yang melibatkan KAL Anyer.

Sektor Z pada 809 NM² yang melibatkan KN SAR Basudewa dan KN SAR Antasena. Sektor Y pada 497 NM² yang melibatkan KP Sanjaya dan KRI Lepu.

Kemudian, Sektor X pada 681 NM² yang melibatkan KN SAR Tetuka, RBB Peucang, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, KP 2016, KP 2013, KM Garuda, dan KM Bima. Lalu, Sektor H pada 2.063 NM² yang didukung helikopter HR 3604.

“Selain unsur laut, operasi juga didukung dua unit drone thermal Basarnas untuk membantu pemantauan area pencarian,” ungkap Al Amrad.

0 Komentar