DEWAN Pendidikan Negara Bagian Texas (Texas State Board of Education) resmi mengesahkan revisi kurikulum ilmu pengetahuan sosial (IPS) baru untuk tingkat sekolah menengah.
Kebijakan yang didorong oleh mayoritas kubu Partai Republik ini memicu kontroversi hebat lantaran menginstruksikan pengajaran sejarah Islam dengan narasi “brutal” dan “radikal”, sekaligus menghapus materi kontribusi peradaban Islam seperti aljabar dan astronomi.
Dilansir dari Middle East Eye, US News, dan AP News, penetapan kurikulum ini diambil lewat pemungutan suara dengan hasil akhir 8-4 pada Jumat waktu setempat. Keputusan ini ketok palu setelah dewan melewati perdebatan sengit selama berhari-hari serta mendengarkan kesaksian dari ratusan warga, guru, hingga kalangan pelajar.
Baca Juga:Dokumen Rahasia Pembunuhan JFK: Misteri Lama, Operasi CIA, hingga Terselipnya Nama IndonesiaIdentitas Baru untuk Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Mulai 20 Oktober, Ini Alasan Pemerintah
Kurikulum anyar ini akan berdampak langsung pada sekitar lima juta siswa sekolah publik di Texas dan mulai diterapkan secara bertahap pada tahun ajaran 2030-2031.
Dalam materi baru tersebut, kampanye militer Islam awal diwajibkan untuk dibingkai lewat narasi “brutal terhadap suku-suku Yahudi dan Kristen, normalisasi perbudakan, serta pengambilan tawanan perempuan.”
Sebaliknya, istilah “brutal” tidak digunakan untuk menggambarkan perang-perang yang dilancarkan oleh kelompok Kristen. Selain itu, peristiwa serangan 11 September 2001 (9/11) diajarkan sebagai bentuk dorongan ideologi “Islam radikal”, ketimbang fokus spesifik pada kelompok teroris al-Qaeda atau Osama bin Laden.
Keputusan dewan untuk tetap memasukkan kata “brutal” dan membingkai Islam secara bias mendapat kritikan tajam, bahkan dari para ahli yang ditunjuk oleh dewan itu sendiri. Setidaknya tiga pakar yang ditunjuk oleh dewan tersebut juga memperingatkan agar tidak menggunakan penggambaran itu.
Koordinator Kurikulum Studi Sosial Prosper ISD, Andrea Hutchison, memperingatkan bahwa penggambaran tersebut tidak lolos uji penelaahan sejarah yang ketat.
Peringatan senada juga disampaikan profesor filsafat Universitas Texas (UT-Austin), Robert Koons, “Saya memperingatkan kita agar tidak memasukkan hal-hal yang tidak didasarkan pada sumber sekuler yang mapan,” tegasnya saat sidang deliberasi.
Kendati demikian, mayoritas anggota dewan dari Partai Republik menolak usulan dari rekan mereka, Will Hickman, yang sempat menyarankan penghapusan kata “brutal”. Dewan juga memilih tidak menghidupkan kembali materi pengajaran tentang kontribusi historis ilmuwan Muslim di bidang aljabar dan astronomi yang sebelumnya telah dihapus.
