Aktivitas Vulkanik Gunung Ili Lewotolok NTT Alami Peningkaran, 442 Kali Letusan

Gunung Ile Lewotolok (Dok. PGA Ile Lewotolok)
Gunung Ile Lewotolok (Dok. PGA Ile Lewotolok)
0 Komentar

AKTIVITAS vulkanik Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami peningkatan signifikan.

Gunung api tersebut tercatat meletus sebanyak 442 kali dalam sehari pada Selasa (8/9), naik dibandingkan hari sebelumnya yang mencatat 384 kali letusan.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Ili Lewotolok, Nanda Pramtriwans Joshua Game, menyampaikan bahwa letusan tersebut menghasilkan kolom abu berketinggian 200 hingga 800 meter di atas puncak kawah.

Baca Juga:Identitas Baru untuk Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Mulai 20 Oktober, Ini Alasan PemerintahPrabowo Kritik Dinamika Geopolitik Global Kerap Jadi Instrumen Perdagangan Internasional Sebagai Alat Penekan

“Asap letusan berwarna putih dan kelabu,” sebut Nanda dalam laporan resmi periode pengamatan Selasa (8/9).

Peningkatan jumlah erupsi ini mencatatkan penambahan 58 kali letusan dibandingkan Senin (7/9). Selain itu, tinggi maksimum kolom abu pada Selasa juga meningkat 100 meter dari hari sebelumnya yang berkisar antara 300 hingga 700 meter.

Selain ratusan letusan, rekaman kegempaan pada Selasa mengindikasikan aktivitas vulkanik yang masih intensif, mencakup:

  • 60 kali gempa hembusan
  • 5 kali tremor non-harmonik
  • 1 kali tremor harmonik
  • 2 kali gempa tektonik jauh

Aktivitas tersebut juga disertai lontaran material pijar ke sektor tenggara sejauh 200 meter dari bibir kawah. Petugas turut mengamati aliran lava baru di sektor timur laut sejauh 500 meter. Adapun endapan lava lama tercatat mencapai 1.100 meter di sektor timur laut dan 1.800 meter di sektor selatan-tenggara.

Erupsi Berlanjut Rabu Pagi

Tren erupsi Gunung Ili Lewotolok masih berlanjut hingga Rabu (9/9) pagi dengan catatan tiga kali erupsi susulan.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Ili Lewotolok, Stanislaus Ara Kian, melaporkan bahwa erupsi pertama terjadi pukul 05.03 WITA dengan tinggi kolom abu sekitar 500 meter di atas puncak (1.923 meter di atas permukaan laut).

“Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah barat laut,” ujar Stanislaus.

Baca Juga:Apa Maksud Fadia Arafiq Bupati Pekalongan Nonaktif Ini Paparkan Harta Kekayaan di Persidangan?Heboh Video Budi Arie Bicara Percepatan Pemilu di Depan Jokowi, Projo Buka Suara

Erupsi kedua menyulut pada pukul 05.56 WITA dengan tinggi kolom abu 600 meter di atas puncak (2.023 meter di atas permukaan laut). Letusan berdurasi 44 detik ini memiliki amplitudo maksimum 40 milimeter dan disertai suara dentuman sedang.

Selanjutnya, erupsi ketiga teramati pukul 09.51 WITA. Kolom abu berwarna kelabu intensitas tebal tersembur setinggi 400 meter di atas puncak (1.823 meter di atas permukaan laut) dan bergerak condong ke arah barat.

0 Komentar