KASUS medis langka dan mencengangkan menggemparkan dunia kesehatan. Seorang remaja perempuan berusia 16 tahun di Amerika Serikat harus dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) akibat mengalami muntah-muntah hebat selama sehari penuh, yang belakangan terungkap bersumber dari tumpukan rambut raksasa di dalam lambungnya.
Berdasarkan hasil pemindaian CT scan, dokter menemukan adanya benda asing masif yang memenuhi organ pencernaan pasien. Kondisi medis yang dikenal sebagai trichobezoar ini bahkan telah berkembang ke dalam kasus ekstrem hingga disebut sebagai Sindrom Rapunzel, di mana gumpalan rambut memanjang dan menyumbat total saluran pencernaan.
Gumpalan raksasa tersebut tercatat memiliki dimensi fantastis mencapai 21,2 x 15,8 x 7,7 cm dengan berat total menyentuh angka 1,5 kg. Mengingat ukurannya yang kelewat besar dan mustahil dievakuasi lewat prosedur endoskopi, tim dokter tanpa ragu langsung mengambil tindakan operasi bedah darurat untuk menyelamatkan nyawa pasien.
Simpan Rahasia Selama Dua Tahun
Baca Juga:Identitas Baru untuk Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Mulai 20 Oktober, Ini Alasan PemerintahPrabowo Kritik Dinamika Geopolitik Global Kerap Jadi Instrumen Perdagangan Internasional Sebagai Alat Penekan
Awalnya, kasus ini sempat membuat tim medis kebingungan. Pasien sama sekali tidak menunjukkan gejala kebotakan atau kerontokan rambut—tanda klinis utama yang biasanya menyertai penderita trikotilomania, yakni dorongan kompulsif mencabut rambut sendiri. Remaja tersebut juga tumbuh dengan tahapan perkembangan normal tanpa riwayat gangguan suasana hati.
Namun, pasca-operasi, pasien akhirnya membuka rahasia yang dipendamnya rapat-rapat selama dua tahun terakhir. Ia mengaku kerap mencabuti dan menelan rambutnya sendiri. Uniknya, kebiasaan itu hanya dilakukannya sekali dalam seminggu dengan porsi minim, yakni sekitar tiga helai rambut saja per sesi.
Frekuensi yang teramat jarang inilah yang membuat kebiasaan tersembunyinya luput dari pengamatan keluarga maupun guru. Terlebih lagi, stigma sosial dan rasa malu yang melekat pada penderita trikofagia (kebiasaan memakan rambut) membuat remaja tersebut berusaha keras menutupi perilakunya. Di sisi lain, pasien diketahui memiliki riwayat migrain dan muntah siklik sejak kecil yang membuatnya harus menjalani homeschooling.
“Mengingat trichobezoar berpotensi menyebabkan kondisi yang sangat berbahaya dan terkadang bahkan dapat berakibat fatal, penting untuk tidak mengabaikan kemungkinan diagnosis ini pada remaja perempuan yang mengalami mual, muntah, atau nyeri perut, meskipun tidak terdapat kerontokan rambut yang terlihat maupun gangguan kejiwaan,” tegas tim dokter dalam laporan medis mereka, dikutip dari ScienceAlert, Rabu (9/9/2026).
