Sekolah dan Kampus di Wilayah Terdampak Berat Erupsi GAK Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh

Dinas Kesehatan Kota Tangerang meminta agar masyarakat mewaspadai dampak kesehatan akibat sebaran abu vulkanik
Dinas Kesehatan Kota Tangerang meminta agar masyarakat mewaspadai dampak kesehatan akibat sebaran abu vulkanik dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. (ANTARA FOTO /MOHAMMAD AYUDHA)
0 Komentar

Abdul Mu’ti mengatakan kebijakan pembelajaran mulai diterapkan pada Senin (7/9/2026) besok.

Namun, pemerintah pusat tidak menetapkan secara spesifik daerah mana saja yang harus menerapkan PJJ karena kondisi sebaran abu vulkanik masih dinamis.

Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendikti), Fauzan, mengimbau perguruan tinggi mengurangi aktivitas di luar kampus selama erupsi Gunung Anak Krakatau. Layanan kantor, proses pembelajaran, serta aktivitas akademik lainnya dapat dilakukan secara daring atau hybrid.

Baca Juga:Prabowo Kritik Dinamika Geopolitik Global Kerap Jadi Instrumen Perdagangan Internasional Sebagai Alat PenekanApa Maksud Fadia Arafiq Bupati Pekalongan Nonaktif Ini Paparkan Harta Kekayaan di Persidangan?

“Dalam rangka menjaga kesehatan sivitas akademika, kami mengimbau kepada seluruh perguruan tinggi baik negeri maupun swasta, untuk mengambil langkah-langkah strategis dan efektif yang berorientasi pada pengurangan aktivitas di luar kampus kepada seluruh sivitas akademika,” kata Fauzan.

Fauzan juga meminta pimpinan perguruan tinggi mengaktifkan posko siaga di lingkungan masing-masing dan berkoordinasi dengan kepala daerah setempat. Perguruan tinggi juga diimbau memobilisasi bantuan yang dibutuhkan masyarakat maupun sivitas akademika akibat erupsi.

0 Komentar