Detik-Detik Kericuhan Warnai Muktamar NU Jombang

Suasana panas di sekitar Ruang Sidang Pleno IV di Gedung Serbaguna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakbe
Suasana panas di sekitar Ruang Sidang Pleno IV di Gedung Serbaguna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Minggu (30/8/2026)
0 Komentar

KERICUHAN terjadi di luar arena sidang pleno Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama, Pondok Pesantren (PP) Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Minggu (30/8/2026). Panitia menyebut kericuhan dilakukan oleh sejumlah orang yang bukan peserta atau mu’tamirin Muktamar NU.

Panitia Lokal Bidang Media dan Publikasi Muktamar NU, Amik Izzul Islam, mengatakan kericuhan terjadi setelah pimpinan sidang dan peserta muktamar menetapkan tata tertib pemilihan ketua.

Salah satu ketentuan yang menjadi perhatian dalam tata tertib tersebut adalah persyaratan masa iddah bagi calon ketua umum dari partai politik maupun jabatan tertentu.

Baca Juga:Heboh Video Budi Arie Bicara Percepatan Pemilu di Depan Jokowi, Projo Buka SuaraSiapa Norman Arie Prayogo? Profil Warek III Unsoed yang Turut Diamankan KPK

“Sekitar jam 12 tadi terdapat kericuhan dari oknum-oknum bukan mu’tamirin, bukan peserta muktamar. Kericuhan ini disebabkan ketika pimpinan sidang dan peserta muktamar sudah menetapkan tata tertib untuk pemilihan ketua,” kata Amik dikutip dari akun Youtube NU Online, Minggu (30/8/2026).

Menurut Amik, setelah tata tertib ditetapkan, sejumlah orang berusaha menerobos masuk ke dalam tenda arena muktamar dari sisi barat. Upaya tersebut, kata dia, berhasil dicegah oleh tim keamanan.

Selain mencoba menerobos masuk, sejumlah orang juga disebut berupaya mengganggu jalannya kegiatan dengan merusak instalasi kelistrikan di arena muktamar.

“Kemudian juga ada juga yang berusaha untuk mengganggu jalannya acara dengan merusak kelistrikan yang ada di arena muktamar. Jadi ada yang sempat terbakar tadi,” ujarnya.

Amik mengatakan petugas keamanan kemudian memukul mundur orang-orang yang membuat kericuhan dari area barat tenda. Saat tim panitia turun ke lapangan, mereka menemukan sejumlah orang menggunakan atribut yang disebut berkaitan dengan salah satu bakal calon ketua umum PBNU.

“Ada oknum-oknum yang menggunakan atribut salah satu bakal calon, yaitu Gus Yusuf. Tapi kaosnya dibalik, memakai kaos putih kaosnya dibalik gambarnya kelihatan,” kata Amik.

Setelah dipukul mundur dari area barat arena muktamar, Amik menyebut kelompok tersebut berpindah ke jembatan makam Makam Kiai Haji Abdul Hamid Hasbullah (Mbah Hamid). Menurut dia, hingga Minggu siang, orang-orang tersebut masih berada di sekitar lokasi dan diduga berupaya mengganggu pelaksanaan Muktamar NU.

Baca Juga:Korban Tewas Gempa M 7,4 Kolombia Kini 111 Orang 1.575 Rumah RusakPemkab Cirebon Resmikan Fasilitas KDKMP: 116 Koperasi Desa Siap Beroperasi Gerakkan Ekonomi Kerakyatan

“Para provokator ini pindah di jembatan makam Mbah Hamid sampai hari ini, sampai sekarang. Masih ingin, apa namanya, mensabotase acara kegiatan muktamar,” ujarnya.

0 Komentar