PARTAI Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut bahwa pemikiran ekonomi ‘Prabowonomics’ sebetulnya sama dengan pemikiran marhaenisme atau yang dilahirkan oleh Presiden ke-1 RI, Ir Sukarno.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, mengatakan, sejauh ini Indonesia sudah memiliki berbagai landasan bernegara, seperti Pancasila, UUD 1945, sampai Pola Pembangunan Semesta Berencana.
Menurutnya, berbagai landasan negara yang harus dijalankan oleh penyelenggara negara itu seharusnya disebut sebagai pemikiran ekonomi ‘Indonesianomics’.
Baca Juga:Korban Tewas Gempa M 7,4 Kolombia Kini 111 Orang 1.575 Rumah RusakPemkab Cirebon Resmikan Fasilitas KDKMP: 116 Koperasi Desa Siap Beroperasi Gerakkan Ekonomi Kerakyatan
“Sehingga gagasannya untuk adil, makmur, berdaulat, itu gagasan yang lahir dari Indonesia merdeka, bukan gagasan oleh orang per orang. Sehingga PDI Perjuangan lebih mendorong ya Indonesianomics,” ujar Hasto saat ditemui di Sekolah Partai DPP PDIP, Senin (17/8/2026).
Hasto menjelaskan, kekuata ekonomi Indonesia harusnya bergantung pada produksi rakyat dan kekuatan kolektif, bukan segelintir elit atau oligarki.
Sehingga menurutnya, apa pun yang menjadi pemikiran ekonomi Presiden, semuanya harus bermuara pada akar rumput.
“Apakah rakyat mendapatkan pendidikan yang baik, yang berkualitas, yang betul-betul bisa mengangkat harkat martabat mereka? Apakah rakyat mendapatkan kesehatan yang setara? Apakah rakyat mendapatkan hidup yang layak secara kemanusiaan? Itu semua kan perintah konstitusi,” tegasnya.
Jika permasalahan ekonomi struktural tersebut berhasil diatasi, Hasto menyebut, barulah timbul pengakuan dari masyarakat terkait visi ekonomi Presiden.
“Jadi bukan dari namanya dulu, tapi dari kerja konkretnya di dalam merubah persoalan-persoalan struktural menjadi hal yang konkret memakmurkan rakyat Indonesia, baru rakyat memberikan pengakuan,” katanya.
Hasto menambahkan, terkait dengan pernyataan Prablwo yang menyinggung marhaenisme, PDIP menyampaikan terima kasih.
Baca Juga:Kebakaran Rumah di Cirebon, Ayah dan Bayi Laki-laki Usia 6 Bulan Ditemukan TewasKasus Kematian Sutrimo: Fakta, Dugaan Kepala Urusan Rumah Tangga Febrie, dan Perkembangan Penyelidikan
Sebab, Prabowo kembali menggaungkan pemikiran marhaenisme yang isinya menegaskan tentang watak kekuasaan yang berpihak pada rakyat.
Meski begitu, ia menekankan bahwa Prabowo harus memastikan program-programnya betul-betul mencerminkan nilai marhaenisme, seperti misalnya memerhatikan kesejahteraan petani.
“Maka bagaimana petani itu bisa berdaulat, bagaimana petani bisa mendapatkan tanah sebagai alat produksinya, mendapatkan mekanisasi pertanian untuk meningkatkan kualitas produknya, benih-benih unggul karya anak bangsa, itu yang harus dijabarkan, ya,” tutupnya.
