5 Terduga Teroris Dekat Pangkalan RAF Fairford Bebas dengan Status Jaminan Kepolisian

Beberapa pria ditangkap dengan todongan senjata setelah ditemukan bahan peledak dan bahan kimia di dalam sebua
Beberapa pria ditangkap dengan todongan senjata setelah ditemukan bahan peledak dan bahan kimia di dalam sebuah van dekat RAF Fairford. (BBC)
0 Komentar

KOMANDO Kontra-Terorisme Kepolisian Inggris (CTP) resmi membebaskan lima pria yang sebelumnya ditangkap atas dugaan tindak pidana terorisme di dekat pangkalan udara strategis RAF Fairford, Gloucestershire. Kendati demikian, kelima tersangka dibebaskan dengan status jaminan kepolisian (police bail) yang tunduk pada syarat-syarat ketat terkait pergerakan serta pembatasan kontak.

Insiden besar ini bermula pada Minggu dini hari (27/9/2026), yang sempat memicu evakuasi terhadap puluhan kepala keluarga menyusul laporan adanya tiga “kendaraan mencurigakan” di sekitar pangkalan.

Asisten Komisioner Laurence Taylor, Kepala Kepolisian Kontra-Terorisme Inggris, menyatakan bahwa penyidik kini tengah mendalami “beberapa lini penyelidikan”, termasuk menguji potensi keterlibatan pihak luar atau aktor bayaran (proxy) yang bekerja atas nama negara asing. Ketiga kendaraan van putih yang ditinggalkan para tersangka juga telah menjalani pemeriksaan forensik intensif dengan dukungan aset militer.

Berawal dari Kecurigaan Petani Lokal

Baca Juga:Siapa Agus Sulaiman Mantan Polisi yang Divonis Mati? Berikut Kronologi Kasus Pembunuhan Mahasiswi UMMKantor dan Rumah Jabatan Bupati Gowa Digeledah Kortas Tipidkor Polri Terkait Dugaan Korupsi Perizinan PBG

Penggagalan potensi ancaman ini berkat kewaspadaan seorang petani lokal di Desa Whelford, wilayah di sebelah timur pangkalan. Saksi mata tersebut melapor ke nomor darurat 999 sekitar pukul 01.36 BST setelah mendapati tiga mobil van putih memblokir jalan dan memergoki sekelompok pria berpenutup kepala serta bermasker.

“Saya percaya bahwa panggilan 999 saya telah menggagalkan apa pun rencana yang mereka miliki,” ungkap petani tersebut.

Kelima tersangka yang ditangkap seluruhnya merupakan warga negara Inggris berusia antara 23 hingga 25 tahun asal London (tiga dari Westminster, satu dari Camden, dan satu dari Willesden). Mereka awalnya dijerat dengan UU Bahan Peledak sebelum penahanannya ditingkatkan atas dugaan persiapan tindakan terorisme.

Respons Internasional dan Respons Kedubes Iran

Perdana Menteri Andy Burnham langsung memimpin rapat darurat Cobra pada Senin sore dan mengimbau publik agar tidak berspekulasi sembari aparat mengumpulkan bukti lengkap.

Namun, kasus ini turut menarik perhatian global mengingat pangkalan udara RAF Fairford telah lama digunakan sebagai basis operasi garis depan Angkatan Udara AS (USAF), termasuk pengerahan pesawat pengebom menuju Timur Tengah menyusul izin Inggris untuk serangan defensif terhadap Iran.

Kedutaan Besar Iran di London dengan tegas mengecam spekulasi yang mengaitkan Teheran dengan insiden tersebut, menyebutnya sebagai tuduhan tak berdasar yang memicu propaganda Iranophobia. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump dalam komentarnya di Oval Office mengaku terkejut atas keputusan pembebasan para tersangka oleh otoritas Inggris.

0 Komentar