DETAIL dramatis di balik penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran akhirnya terkuak ke publik. Anggota Majelis Pakar Iran, Mohsen Heydari, membeberkan bahwa Mojtaba sempat menjadi korban selamat dari serangan bom gabungan Amerika Serikat dan Israel yang menghantam Teheran pada Februari lalu.
Dalam wawancara dengan jaringan televisi Qatar, Al Araby, yang kemudian dikutip oleh berbagai media internasional seperti New York Times dan Gulf News, Heydari menceritakan detik-detik saat Mojtaba berhasil dievakuasi dari reruntuhan bangunan rumah sakit.
Selamat dari Pengeboman Rumah Sakit Berturut-turut
Menurut Heydari, Mojtaba awalnya mengalami luka-luka akibat serangan udara dan segera dilarikan ke fasilitas medis. Namun nahas, fasilitas kesehatan tempat ia dirawat justru ikut menjadi sasaran empuk serangan bom.
Baca Juga:Siapa Agus Sulaiman Mantan Polisi yang Divonis Mati? Berikut Kronologi Kasus Pembunuhan Mahasiswi UMMKantor dan Rumah Jabatan Bupati Gowa Digeledah Kortas Tipidkor Polri Terkait Dugaan Korupsi Perizinan PBG
Secara total, tiga rumah sakit berbeda di Teheran dihantam oleh serangan udara tersebut. Puncaknya, Mojtaba harus kembali dievakuasi dan ditarik keluar dari reruntuhan bangunan rumah sakit ketiga sebelum akhirnya dipindahkan ke lokasi rahasia yang aman.
Hingga kini, pria berusia 56 tahun itu belum pernah lagi muncul atau berbicara di depan publik sejak serangan tersebut. Penilaian intelijen AS sebelumnya sempat menyebutkan bahwa Mojtaba menderita luka parah di bagian wajah akibat insiden pengeboman itu, memicu spekulasi panjang terkait kondisi kesehatannya.
Terpilih Menjadi Pemimpin Tertinggi di Tengah Kekacauan
Pengeboman tersebut juga menargetkan kantor sekretariat Majelis Pakar di kota Qom, yang menewaskan delapan orang serta menghancurkan dokumen laporan penting terkait seleksi kepemimpinan. Di tengah situasi darurat tersebut, para anggota majelis terpaksa mencatat suara mereka di atas kertas sebelum dievakuasi ke tempat aman.
Heydari mengaku sebagai pihak pertama yang mengusulkan nama Mojtaba Khamenei dalam sidang pemilihan. Berdasarkan informasi medis yang diterima majelis, Mojtaba dinilai cukup sehat dan memenuhi syarat religius maupun kepemimpinan.
Dalam pemungutan suara tertutup tersebut, Mojtaba telak meraup 50 dari total 59 suara (sementara 8 suara diraih Ayatollah Alireza Arafi dan 1 memilih abstain). Uniknya, Mojtaba disebut sama sekali tidak mengetahui bahwa dirinya telah terpilih hingga pengumuman tersebut disiarkan secara resmi oleh televisi nasional Iran pada 8 Maret lalu.
