POSKO Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka merilis pemutakhiran data sementara korban bencana gempa bumi yang mengguncang wilayah Kabupaten Sikka, Sabtu (15/8/2026) pagi.
Plt. Kepala BPBD Kabupaten Sikka, Petrus Poling Wairmahing, mengatakan berdasarkan hasil pendataan sementara tim di lapangan, gempa bumi tersebut mengakibatkan tiga orang meninggal dunia, satu orang mengalami luka berat, dan satu orang mengalami luka ringan.
Tiga korban meninggal dunia masing-masing Bernadus Muda (60), Maria Diana Meliana (54), dan Sophia (75).
Baca Juga:Korban Tewas Gempa M 7,4 Kolombia Kini 111 Orang 1.575 Rumah RusakPemkab Cirebon Resmikan Fasilitas KDKMP: 116 Koperasi Desa Siap Beroperasi Gerakkan Ekonomi Kerakyatan
Bernadus Muda meninggal dunia setelah tertimpa runtuhan bangunan di Pelabuhan L. Say Maumere. Korban sempat mendapatkan penanganan medis sebelum dinyatakan meninggal dunia di RSU TC. Hillers Maumere.
Korban kedua, Maria Diana Meliana (54), meninggal dunia di RSU TC. Hillers Maumere setelah tertimpa runtuhan konstruksi beton bangunan akibat guncangan gempa.
Sementara korban ketiga, Sophia (75), warga Desa Wolokoli, dilaporkan meninggal dunia setelah tertimpa reruntuhan bangunan di sekitar kawasan pelabuhan.
Selain korban meninggal dunia, BPBD Sikka juga mencatat dua korban luka. Korban luka berat yakni Polykarpus Myren Supriadi, seorang frater dari Seminari Tinggi Ritapiret.
“Korban mengalami cidera dan luka berat akibat nekat melompat dari lantai 3 gedung/bangunan Ritapiret saat gempa dahsyat berlangsung untuk menyelamatkan diri,” ungkap Petrus.
Sementara korban luka ringan yakni Leonardus Nopriyanto Waku (7), warga Paubetor, Kecamatan Koting.
“Korban mengalami luka ringan setelah terjatuh bersama sang ibu saat berada di sekitar kawasan SDK Tomu, Paubekor, Kecamatan Koting,” kata dia.
Baca Juga:Kebakaran Rumah di Cirebon, Ayah dan Bayi Laki-laki Usia 6 Bulan Ditemukan TewasKasus Kematian Sutrimo: Fakta, Dugaan Kepala Urusan Rumah Tangga Febrie, dan Perkembangan Penyelidikan
Petrus mengatakan seluruh korban meninggal dunia maupun korban luka telah dievakuasi dan mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan terdekat, termasuk RSU TC. Hillers Maumere.
BPBD Kabupaten Sikka bersama tim gabungan TNI, Polri, Basarnas dan unsur terkait lainnya masih bersiaga di Posko Darurat.
Tim gabungan juga terus melakukan pemantauan perkembangan situasi, pendataan terhadap kerusakan infrastruktur, serta penyisiran di sejumlah wilayah yang terdampak gempa.
Total Korban Meninggal Ada Enam Orang
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, sebelumnya mengatakan, sebanyak 5 orang dilaporkan meninggal akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8) pagi.
