DIREKTUR Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mengimbau kepada masyarakat di wilayah Nusa Tenggara Timur untuk tidak perlu khawatir dengan adanya gempa susulan yang terjadi usai gempa dengan kekuatan 7,7 magnitudo pada Sabtu (15/8/2026) pagi pukul 04.58 WIB.
Wijayanto menyampaikan, selama dua jam sejak gempa paling besar berakhir, tercatat telah terjadi 37 gempa susulan. Pihak BMKG juga telah mengakhiri peringatan diri tsunami di wilayah NTT.
“Kami terus monitor aktivitas gempa susulan ya. Jadi tadi dengan data 2 jam saja kita sudah memonitor sekitar 37 gempa susulan, tentunya ini masih data sangat awal sekali,” kata Wijayanto dalam konferensi pers secara virtual, Sabtu.
Baca Juga:Korban Tewas Gempa M 7,4 Kolombia Kini 111 Orang 1.575 Rumah RusakPemkab Cirebon Resmikan Fasilitas KDKMP: 116 Koperasi Desa Siap Beroperasi Gerakkan Ekonomi Kerakyatan
Dia menyampaikan bahwa gempa susulan dapat kembali terjadi lebih dari sepekan sejak gempa besar terjadi. Meski demikian, Wijayanto meminta masyarakat untuk tidak khawatir dan terus mengikuti perkembangan informasi dari BMKG maupun dari pemerintah lainnya.
“Dengan gempa 7,7 tentunya nanti masih banyak sekali aktivitas gempa susulan bisa berlangsung berhari-hari bahkan mungkin berminggu-minggu gitu ya, tapi tentunya bukan berarti kita berminggu-minggu itu harus khawatir harus apa namanya bingung,” jelasnya.
Wijayanto menuturkan, gempa susulan memiliki kecenderungan untuk mengecil dari skala potensi guncangannya.
“Namun kita terus tetap waspada karena biasanya gempa susulannya akan terus meluruh terus nanti akan kita sampaikan update berikutnya kira-kira akan berapa lama peluruhan ini akan terjadi gitu ya,” kata dia.
Dari gempa susulan yang terjadi hingga pagi ini, BMKG mencatat guncangan paling besar mencapai 6,2 magnitudo. Wijayanto berharap bahwa gempa susulan terjadi tidak lebih dari 7 magnitudo.
“Tadi sudah disampaikan juga masyarakat tetap harus tetap waspada karena susulan masih bisa berlangsung tadi sudah ada satu dirasakan sekitar 6,2 yang terbesar mudah-mudahan kita terus monitor tetap akan selama pagi ini akan kecil gitu ya kurang dari 7 ya,” ujarnya.
Diketahui bahwa gempa tersebut terjadi akibat sesar naik atau patahan yang terbentuk di belakang busur vulkanik Flores dan dikenal sebagai Flores Back Arc Thrust.
Baca Juga:Kebakaran Rumah di Cirebon, Ayah dan Bayi Laki-laki Usia 6 Bulan Ditemukan TewasKasus Kematian Sutrimo: Fakta, Dugaan Kepala Urusan Rumah Tangga Febrie, dan Perkembangan Penyelidikan
“Jadi ini gempa ini adalah aktivitas akibat sesar naik busur belakang atau kita sebut back arc thrust Flores gitu ya. Potensi yang maksimum 7,8 di sana tadi rilis 7,7 mudah-mudahan tidak terjadi yang potensinya yang maksimalnya ini sudah yang maksimal nanti ke depannya akan semakin meluruh semakin kecil gitu,” kata Wijayanto.
