Langkah tersebut membawa Jerman semakin dekat kepada konsep active cyber defence, yakni pertahanan siber yang memungkinkan negara melakukan tindakan ofensif untuk menghentikan ancaman sebelum atau ketika serangan berlangsung.
Intelijen Berbasis AI
Reformasi juga dilaporkan akan memperluas akses lembaga intelijen terhadap data komunikasi dan rekaman video.
Volume data yang sangat besar tersebut nantinya dapat dianalisis menggunakan kecerdasan buatan atau artificial intelligence. Teknologi AI diharapkan membantu badan keamanan menemukan pola komunikasi, jaringan orang maupun aktivitas yang dianggap mencurigakan dengan lebih cepat.
Baca Juga:Korban Tewas Gempa M 7,4 Kolombia Kini 111 Orang 1.575 Rumah RusakPemkab Cirebon Resmikan Fasilitas KDKMP: 116 Koperasi Desa Siap Beroperasi Gerakkan Ekonomi Kerakyatan
Namun perluasan kemampuan tersebut sekaligus berpotensi membuka perdebatan mengenai batas antara kebutuhan keamanan nasional dan perlindungan privasi warga.
BfV memiliki tugas utama melindungi tatanan konstitusional Jerman dari ekstremisme, spionase dan ancaman terhadap demokrasi. Sementara BND bertanggung jawab mengumpulkan intelijen luar negeri.
Karena sejarah Jerman memiliki pengalaman panjang dengan penyalahgunaan perangkat pengawasan negara, perluasan kekuasaan badan intelijen biasanya menjadi isu sensitif dalam politik negara tersebut.
Rencana terbaru bahkan disebut dapat memberi kewenangan pengawasan domestik yang lebih jauh.
Sueddeutsche Zeitung sebelumnya melaporkan bahwa dalam skenario tertentu agen intelijen dapat diizinkan memasuki rumah tersangka secara diam-diam untuk memasang perangkat lunak pengawasan pada komputer dan perangkat elektronik lainnya.
Jika diterapkan, tindakan tersebut akan menjadi bentuk intervensi yang jauh lebih aktif dibandingkan praktik pengumpulan intelijen tradisional.
Dari Mengawasi Menjadi Bertindak
Dobrindt menilai perubahan tersebut diperlukan karena karakter ancaman terhadap Jerman telah berubah.
Baca Juga:Kebakaran Rumah di Cirebon, Ayah dan Bayi Laki-laki Usia 6 Bulan Ditemukan TewasKasus Kematian Sutrimo: Fakta, Dugaan Kepala Urusan Rumah Tangga Febrie, dan Perkembangan Penyelidikan
Menurut dia, badan intelijen memerlukan “kemampuan operasional dan kekuatan aktif” untuk menghadapi apa yang disebut pemerintah sebagai terorisme negara modern serta jaringan ekstremis.
Pemerintah Jerman tidak ingin dinas intelijennya hanya mengetahui adanya serangan setelah kerusakan terjadi. Berlin menginginkan lembaga-lembaga tersebut memiliki kemampuan untuk menghentikan, mengganggu, atau melakukan tindakan balasan terhadap pelaku.
Dobrindt dijadwalkan mempresentasikan rancangan reformasi tersebut kepada kabinet Jerman pada Rabu.
Dorongan memperluas kewenangan intelijen sebenarnya telah mengemuka sebelumnya. Pada pertengahan Juni, Dobrindt mengumumkan rencana pemerintah untuk memperkuat kemampuan BND bersamaan dengan peresmian pusat baru di Berlin yang berfokus menghadapi perang hibrida.
