OTORITAS Iran merilis sebuah video langka yang menunjukkan pemimpin tertinggi mereka, Mojtaba Khamenei, menyusul rentetan rumor yang menyebut kesehatannya memburuk dan kondisinya kritis.
Video langka tersebut, seperti dilansir Anadolu Agency, Senin (10/8/2026), dirilis oleh kantor berita Mehr New Agency pada Minggu (9/8) waktu setempat.
Video itu tampak menunjukkan Mojtaba sedang dikelilingi oleh sejumlah orang dan tampak sedang berbicara kepada mereka.
Baca Juga:Kebakaran Rumah di Cirebon, Ayah dan Bayi Laki-laki Usia 6 Bulan Ditemukan TewasKasus Kematian Sutrimo: Fakta, Dugaan Kepala Urusan Rumah Tangga Febrie, dan Perkembangan Penyelidikan
Tidak disebutkan secara spesifik soal kapan atau di mana video tersebut direkam. Orang-orang yang ada di sekeliling Mojtaba juga tidak diidentifikasi oleh Mehr News Agency.
Media Iran, Mehr News Agency hanya melaporkan bahwa Mojtaba bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, yang kini memasuki tahun ketiga masa jabatannya.
Menurut laporan Mehr News Agency, pertemuan keduanya membahas berbagai tantangan yang sedang dihadapi oleh Iran saat ini, termasuk kebutuhan penghidupan masyarakat dan konflik militer dengan Amerika Serikat.
“Serta membahas interaksi ekonomi dengan mitra-mitra asing,” imbuh Mehr News Agency dalam laporannya.
Mojtaba terpilih menjadi Pemimpin Tertinggi Iran sejak awal Maret lalu, setelah ayahnya, mendiang Ali Khamenei, meninggal dunia akibat serangan gabungan AS dan Israel yang dilancarkan pada awal perang pada 28 Februari lalu.
Mojtaba dilaporkan mengalami luka-luka akibat serangan yang sama, namun kondisi pastinya tidak pernah dijelaskan secara detail oleh Teheran.
Sejak terpilih menggantikan mendiang ayahnya, Mojtaba sama sekali belum pernah muncul di hadapan publik. Dia lebih banyak berkomunikasi melalui pernyataan tertulis.
Baca Juga:Prabowo ke TNI, Polri, dan Jaksa: Bintangmu dari Uang Rakyat!Laporan Intelijen Heboh: Mossad Diduga Sadap Pemerintah AS, Nama Trump Ikut Muncul
Absennya Mojtaba dari hadapan publik, terutama di tengah perang melawan AS-Israel, telah memicu spekulasi mengenai hubungannya dengan para pejabat tinggi Iran lainnya. Dia juga tidak hadir saat prosesi pemakaman ayahnya digelar secara besar-besaran bulan lalu.
Pekan lalu, Pezeshkian mengungkapkan bahwa komunikasi dengan Mojtaba “sangat sulit pada saat ini”. Namun demikian, Pezeshkian mengatakan bahwa dirinya dapat melakukan pertemuan yang produktif dengan pemimpin tertinggi Iran tersebut.
“Sangat sulit untuk berkomunikasi dengannya saat ini, namun bagaimanapun juga, keberadaannya merupakan sumber kekuatan yang sangat besar bagi kami untuk terus melangkah,” kata Pezeshkian dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Kamis (6/8).
