Bantah Bahas Cari Pengganti Febrie Adriansyah di Satgas PKH
Ketidakhadiran jajaran Polri ini menjadi tanda tanya usai Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri membongkar kasus dugaan korupsi yang menjerat eks Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, Febrie Adriansyah.
Kepada awak media, Barita menegaskan bahwa rapat yang diikutinya bersama sejumlah petinggi lembaga Satgas PKH tidak membahas pengganti Febrie Adiansyah sebagai Ketua Pelaksana Satgas PKH. Menurutnya, sosok pengganti Febrie akan ditentukan oleh ST Burhanuddin selaku Jaksa Agung.
“Prinsipnya tentu eh satgas menghormati proses hukum. Tetapi berkaitan dengan tadi saya sampaikan, ini kan ada prinsip-prinsip organisasi, itu pada saatnya nanti Kejaksaan Agung akan memberikan penjelasan,” ujarnya.
Baca Juga:Prabowo ke TNI, Polri, dan Jaksa: Bintangmu dari Uang Rakyat!Laporan Intelijen Heboh: Mossad Diduga Sadap Pemerintah AS, Nama Trump Ikut Muncul
Barita juga menegaskan bahwa kinerja Satgas PKH tidak akan terhalang oleh proses penyidikan Kortastipidkor Polri yang saat ini sedang menyidik dan memeriksa Febrie.
“Prinsip organisasi itu adalah sistem yang diatur agar pencapaian target tugas yang diberikan berdasarkan Perpres 5/2025 itu dapat dilaksanakan dengan baik,” tegasnya.
Ke mana Kapolri dan Jajarannya?
Ketidakhadiran Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan jajarannya di Kemhan, kemungkinan karena sudah ada agenda yang dikunjunginya hari ini.
Setidaknya ada dua agenda Kapolri hari ini berdasarkan rilis yang diterima reporter Tirto. Dua agenda tersebut yaitu pertemuan Kapolri dengan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto di Mabes TNI, Cilangkap pada Senin siang.
Kedua lembaga menjadikan momen pertemuan tersebut sebagai momentum memperkuat soliditas dan sinergitas antara TNI dan Polri.
Sigit menegaskan bahwa silaturahmi tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya soliditas TNI dan Polri sebagai pilar utama dalam menjaga kedaulatan bangsa.
“Tentunya menyambung apa yang diperintahkan oleh Bapak Presiden, bahwa TNI-Polri sebagai pilar utama penjaga kedaulatan bangsa. Yang tentunya, kita memiliki kewajiban untuk terus terjaga agar TNI-Polri tetap solid,” ujar Sigit dalam keterangannya.
Baca Juga:Amanat Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Resmi BPIP, Lengkap untuk 1 JuniDraft Tak Resmi Rancangan Kesepakatan Iran-Amerika Serikat Bocor, Teheran Disebut Dapat Kendali Selat Hormuz
Menurutnya, kekompakan kedua institusi menjadi fondasi penting dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan berbagai program dan kebijakan pemerintah.
“Karena ini adalah kunci utama agar negara kita, sebagaimana apa yang diharapkan oleh Bapak Presiden, terus bisa menjalankan program-program kebijakan dari Bapak Presiden. Dan itu semuanya bisa berjalan kalau TNI dan Polri solid,” lanjutnya.
