JAKSA Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, angkat bicara mengenai dirinya yang diisukan mundur dari jabatannya. Isu itu berkembang menyusul dirinya yang disebut terlibat dalam dugaan korupsi Asabri, Krakatau Steel, dan batu bara PLN berujung black out.
Febrie menegaskan masih mendapatkan perintah tugas hingga Jumat (10/7/2026) pagi tadi. Hal itu pun menampik kabar dirinya mundur dari jabatannya.
“Saya masih pagi tadi menerima perintah-perintah untuk segera menyelesaikan pemberkasan penanganan perkara yang memang waktunya singkat, yang terbatas di waktu penahanan,” ujar Febrie dalam konferensi pers di Gedung Bundar Jampidsus, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2026).
Baca Juga:Laporan Intelijen Heboh: Mossad Diduga Sadap Pemerintah AS, Nama Trump Ikut MunculAmanat Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Resmi BPIP, Lengkap untuk 1 Juni
Dia menerangkan bahwa segala perintah itu langsung dijalaninya. Bahkan, Febrie juga mengaku menjabarkan semua proses perkembangan penanganan perkara yang kini ditanganinya.
“Sehingga perintah itu tadi sudah kami jabarkan untuk memprioritaskan mana-mana perkara yang menjadi perhatian masyarakat untuk segera bisa kami berkas dan kami sidangkan,” tutur dia.
Menurut Febrie, pihaknya telah memprioritaskan kasus yang menjadi sorotan masyarakat, salah satunya perkara dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) periode 2025-2026. Dia juga memastikan terus mendukung program-program pemerintah, seperti koperasi merah putih.
Sebagai informasi, terseretnya nama Febrie Adriansyah semakin diperkuat dengan foto keluarga yang ditemukan dalam penggeledahan di salah satu rumah daerah Sentul. Dari lokasi itu, penyidik kepolisian menemukan 74 kilogram emas batangan, uang sebesar 4.767.300 dolar AS, 14.083.800 dolar Singapura, serta uang tunai Rp100 juta.
Febrie menerangkan, rumah itu bisa dibuktikan secara administrasi mengenai kepemilikan rumah itu. Namun, dia tak menampik bahwa rumah itu adalah miliknya.
“Yang kedua tentang rumah Sentul ya, itu memang rumah pribadi Jampidsus yang sudah sejak lama. Itu bisa dilihat bagaimana proses kepemilikan sejak awal ya,” ucap Febrie.
Lebih lanjut Febrie menerangkan, untuk uang yang ditemukan dalam rumah di Sentul tersebut, memang ada pemiliknya. Kendati demikian, dia bisa memastikan pertanggungjawabannya secara benar atas kepemilikan rumah tersebut.
Baca Juga:Draft Tak Resmi Rancangan Kesepakatan Iran-Amerika Serikat Bocor, Teheran Disebut Dapat Kendali Selat HormuzMenkeu Amerika Serikat Umumkan Rampas Aset Kripto Iran Senilai Rp17,8 Triliun
“Dan mengenai uang tadi kan sudah saya jelaskan yang ditemukan, bahwa itu ada pemilik, ya bahwa itu ada kegiatan, ada orang-orang juga terima kegiatan, itu bisa juga ditanya. Kemudian juga ada beberapa kegiatan bangunan yang bisa dicek,” tutur Febrie.
