Benarkah Tatar Sunda Bisa Memicu Provinsi Baru? Ini Penjelasan Tokoh Pengusulnya

Prof. Ir. Dr. Ganjar Kurnia, DEA
Prof. Ir. Dr. Ganjar Kurnia, DEA
0 Komentar

WACANA pengubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi jejak panjang. Salah satu tokoh pengusul sekaligus akademisi Sunda, Prof. Ir. Dr. Ganjar Kurnia, DEA., mengakui bahwa wacana ini sebenarnya sudah bergulir sejak tahun 2013, namun kerap tenggelam. Kini, wacana ini kembali menyeruak.

Ditemui usai menghadiri rapat kerja bersama Komisi I DPRD Jawa Barat pada Kamis, 2 Juli 2026 mantan Rektor Universitas Padjadjaran ini menegaskan bahwa pasang surutnya isu ini di tengah publik bukan sekadar masalah momentum politik.

Menurutnya, bagi para tokoh masyarakat, wacana ini adalah bentuk konsistensi dalam memperjuangkan kembali identitas kultural yang kian tergerus zaman. Ia pun mengapresiasi langkah cepat DPRD Jabar yang menyambut positif usulan ini.

Baca Juga:Laporan Intelijen Heboh: Mossad Diduga Sadap Pemerintah AS, Nama Trump Ikut MunculAmanat Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Resmi BPIP, Lengkap untuk 1 Juni

“Saya kira ini bukan soal momentum, melainkan soal bagaimana kita merapat dan konsisten pada perjuangan ini. Kadang-kadang pasang surut, dan sekarang syukurlah DPRD memberikan respons yang sangat bagus. Bagi saya pribadi, paling tidak kita sedang membuat sebuah monumen karena istilah Sunda itu sebenarnya sangat besar,” kata Ganjar kepada awak media.

Ganjar menjelaskan, secara geologis dan geografis, nama Sunda memiliki cakupan yang luar biasa luas, mulai dari Paparan Sunda, Sunda Besar, hingga Sunda Kecil. Secara historis, wilayah Tatar Sunda pun membentang sangat luas dari Banten hingga ke Cipamali di wilayah Jawa Tengah, bahkan mencakup Jakarta sebelum adanya pemisahan administratif.

Namun kini, nama besar tersebut secara perlahan lenyap dari peta administrasi negara dan hanya menyisakan nama Jawa Barat.

Padahal, menurut Ganjar, nama Sunda bukan sekadar penanda geografis, melainkan simbol kolektif yang membawa dampak besar bagi kehidupan masyarakat di dalamnya.

“Istilah Sunda itu mempunyai kekuatan sosiologis, kekuatan kultural, dan kekuatan psikologis yang berkaitan erat dengan jati diri. Ujung-ujungnya, identitas ini bisa membangun ekonomi, memicu semangat, serta meningkatkan etos kerja masyarakat. Secara geologis dan geografis, wilayah tatar Sunda yang dulu begitu luas sekarang sudah tidak ada lagi dalam istilah administratif, yang ada hanya nama Jawa Barat,” tuturnya.

Jangan Cemaskan yang Belum Terjadi

0 Komentar