Ketika disinggung mengenai kendala yang dihadapi sejak gerakan ini pertama kali masif disuarakan pada 2013 silam, Ganjar tidak menampik adanya hambatan berupa kurangnya perhatian serta kekhawatiran dari sejumlah pihak.
Salah satu resistensi yang kerap muncul adalah ketakutan bahwa wilayah pesisir seperti Cirebon dan Indramayu akan memilih memisahkan diri jika nama Sunda resmi digunakan.
Menanggapi kekhawatiran klasik tersebut, Ganjar meminta agar semua pihak fokus pada visi besar penyelamatan budaya terlebih dahulu ketimbang terlalu cepat mencemaskan potensi konflik administratif yang belum tentu terjadi.
Baca Juga:Laporan Intelijen Heboh: Mossad Diduga Sadap Pemerintah AS, Nama Trump Ikut MunculAmanat Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Resmi BPIP, Lengkap untuk 1 Juni
‘”Kendala utamanya mungkin salah satunya adalah masalah perhatian. Banyak pula yang mengatakan, ‘Oh, nanti kalau Jawa Barat diganti menjadi Provinsi Sunda, wilayah lain akan memisahkan diri’. Menurut saya, kekhawatiran seperti itu urusan belakangan. Yang paling penting adalah kemauan kita bersama terlebih dahulu. Rumuskan dulu polanya, dan kalau sudah setuju, jangan terlalu mencemaskan pemikiran pihak lain. Fokus pada diri kita sendiri, mau mendukung gerakan ini atau tidak,” ujarnya.
