MANTAN pejabat kesehatan senior Amerika Serikat Anthony Fauci kembali menjadi sorotan usai memilih tidak menjawab banyak pertanyaan dalam sidang Senat AS. Sikap bungkam itu langsung dikaitkan dengan kontroversi lama soal teori kebocoran laboratorium (lab leak) sebagai asal-usul COVID-19.
Dikutip dari BBC, dalam politik AS, sikap bungkam atau hak untuk menolak menjawab pertanyaan ini merupakan hal yang kerap dipakai oleh tokoh-tokoh terkenal. Hal ini untuk menghindari menjawab pertanyaan yang mereka yakini dapat digunakan untuk menjerat mereka.
Dalam kasus ini, Fauci menolak menjawab pertanyaan dalam sidang Senat AS yang tegang mengenai COVID-19 sesuai hak amandemen kelima konstitusi AS (fifth amendment). Ia khawatir Partai Republik akan mencoba menggunakan kesaksiannya untuk menuntutnya atas tuduhan sumpah palsu.
Baca Juga:Prabowo ke TNI, Polri, dan Jaksa: Bintangmu dari Uang Rakyat!Laporan Intelijen Heboh: Mossad Diduga Sadap Pemerintah AS, Nama Trump Ikut Muncul
“Meskipun hal ini menyakitkan bagi saya karena rasa hormat saya kepada cabang legislatif pemerintah… atas saran pengacara saya, saya akan menggunakan hak saya berdasarkan Amandemen Kelima konstitusi untuk menahan diri dari menjawab pertanyaan Anda,” kata Fauci, eks Direktur National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID) pada sidang hari Rabu.
Dalam akun Twitter atau X, White House AS membuat postingan terkait situs Lab Leak ‘The True Origins of COVID-19. Banyak warganet yang mengaitkan ini dengan sidang yang dijalani Fauci.
Kontroversi ini berawal dari fakta bahwa lembaga yang dipimpin Fauci saat pandemi, National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID), pernah memberikan hibah penelitian kepada EcoHealth Alliance.
EcoHealth Alliance diketahui bekerja sama dengan Wuhan Institute of Virology (WIV) dalam penelitian virus corona kelelawar. Dari sinilah muncul tudingan bahwa dana pemerintah AS secara tidak langsung ikut mendukung penelitian di Wuhan yang kemudian diduga berkaitan dengan munculnya SARS-CoV-2.
Dikutip dari laman White House, hingga kini, asal-usul COVID-19 masih menjadi salah satu pertanyaan ilmiah terbesar pasca-pandemi. Namun, pihak gedung putih memiliki beberapa klaim terkait asal-usulnya, di antaranya:
- Virus ini memiliki karakteristik biologis yang tidak ditemukan di alam.
- Data menunjukkan bahwa semua kasus COVID-19 berasal dari satu penularan ke manusia. Hal ini bertentangan dengan pandemi sebelumnya di mana terdapat beberapa peristiwa penularan silang.
- Wuhan adalah rumah bagi laboratorium penelitian SARS terkemuka di China, yang memiliki sejarah melakukan penelitian peningkatan fungsi (pengubahan gen dan peningkatan kemampuan organisme) pada tingkat keamanan hayati yang tidak memadai.
- Para peneliti di Wuhan Institute Virology (WIV) jatuh sakit dengan gejala mirip COVID pada musim gugur tahun 2019, beberapa bulan sebelum COVID-19 ditemukan di wet market (pasar basah).
- Menurut hampir semua ukuran ilmu pengetahuan, jika ada bukti asal usul alami, bukti itu pasti sudah muncul. Tetapi kenyataannya tidak.
