Penggeledahan di Money Changer di Kawasan Cipete, Polisi Sita Uang Senilai Rp7,2 Miliar

Polisi menggeledah restoran dan money changer di Cipete, Jakarta Selatan (Jaksel), terkait kasus korupsi batu
Polisi menggeledah restoran dan money changer di Cipete, Jakarta Selatan (Jaksel), terkait kasus korupsi batu bara.
0 Komentar

POLISI menggeledah sebuah money changer di kawasan Cipete, Jakarta Selatan (Jaksel), terkait kasus dugaan korupsi. Petugas menyita uang senilai Rp 7,2 miliar dari hasil penggeledahan tersebut.

“Kemudian di money changer, ada 71 item barang bukti, kemudian ada 16 uang asing, dengan total sekitar Rp 7,2 miliar,” ujar Kakortas Tipidkor Polri Irjen Totok Suharyanto kepada wartawan di Kafe de’Clan, Cipete, Jaksel, Rabu (8/7/2026).

Irjen Totok mengatakan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan penyidikan intensif. Seluruh barang bukti yang telah disita akan didalami lebih lanjut oleh tim penyidik.

Baca Juga:Laporan Intelijen Heboh: Mossad Diduga Sadap Pemerintah AS, Nama Trump Ikut MunculAmanat Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Resmi BPIP, Lengkap untuk 1 Juni

“Kemudian proses penyidikan akan kita lanjutkan untuk pendalaman lebih lanjut,” ungkapnya.

Pantauan detikcom di lokasi, Rabu (8/7) pukul 20.35 WIB, terlihat sejumlah anggota Brimob telah bersiaga di lokasi. Tampak para penyidik keluar dengan membawa empat buah koper.

Koper-koper tersebut terdiri dari satu koper merah berukuran kecil, satu koper biru berukuran sedang, dan satu koper hitam berukuran sedang. Kemudian, ada pula satu koper hitam berukuran besar yang harus diangkat oleh tiga orang penyidik.

Selain koper, penyidik turut membawa sebuah mesin penghitung uang. Tampak sebuah brankas juga ikut diangkut menggunakan kendaraan taktis (rantis) milik Brimob.

Sebelumnya, penyidik dilaporkan telah lebih dulu mengamankan sebuah boks berisikan uang yang dibawa menggunakan mobil dinas berwarna putih milik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

Seperti diketahui, polisi melakukan penggeledahan maraton di sejumlah titik di kawasan Jakarta Selatan hari ini. Mulai dari kafe, money changer, hingga beberapa lokasi lainnya. Rangkaian penggeledahan ini dilakukan terkait pengusutan tiga kasus korupsi besar.

Kakortas Tipidkor Polri Irjen Totok Suharyanto menyebutkan, pengusutan kasus-kasus tersebut ditangani secara bersama atau joint investigation dengan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Kasus-kasus itu meliputi dugaan korupsi pengadaan batu bara yang memicu pemadaman listrik (blackout), kasus ASABRI, hingga dugaan korupsi dalam proses penyelesaian utang dari PT CBS kepada PT KNI yang merupakan anak perusahaan BUMN Krakatau Steel.

Atensi Presiden

Baca Juga:Draft Tak Resmi Rancangan Kesepakatan Iran-Amerika Serikat Bocor, Teheran Disebut Dapat Kendali Selat HormuzMenkeu Amerika Serikat Umumkan Rampas Aset Kripto Iran Senilai Rp17,8 Triliun

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menegaskan pengusutan kasus dugaan korupsi di PLN, Asabri, dan Krakatau Steel menjadi atensi Presiden Prabowo Subianto.

0 Komentar