Rangkuman Sederet Fakta Penggerebekan Narkoba di Kalimantan Tengah

Evakuasi Jenazah Aiptu Sumaryanto. (IST)
Evakuasi Jenazah Aiptu Sumaryanto. (IST)
0 Komentar

PENGGEREBEKAN bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah berakhir duka. Tiga polisi tewas dalam peristiwa itu.

Hingga saat ini, kepolisian masih mengejar semua pelaku yang terlibat dalam tewasnya ketiga anggota Korps Bhayangkara tersebut.

delik merangkum sejumlah fakta terkait peristiwa tersebut, sebagai berikut:

3 polisi tewas

Tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan meninggal dunia saat ikut terjun dalam operasi penindakan terhadap para bandar narkoba.

Baca Juga:Laporan Intelijen Heboh: Mossad Diduga Sadap Pemerintah AS, Nama Trump Ikut MunculAmanat Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Resmi BPIP, Lengkap untuk 1 Juni

Anggota polisi yang pertama kali ditemukan meninggal dunia adalah Aipda Yudhie Perdana Putra. Yudhie meninggal dunia dengan luka akibat senjata tajam.

Sementara itu, Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana yang sempat dilaporkan hilang setelah penggerebekan, telah berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Jenazah Nopandri ditemukan di DAS Katingan, seberang Desa Tumbang Lahang pada Sabtu (4/7) sekitar pukul 15.55 WIB. Sementara jenazah Sumaryanto ditemukan di Sungai Desa Tumbang Kalemei pada Minggu (5/7) pagi.

Kronologi penggerebekan

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso mengatakan penggerebekan terjadi pada Rabu (1/7) malam ketika Satresnarkoba Polres Katingan menindaklanjuti informasi masyarakat mengenai dugaan peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei.

Hasil penyelidikan mengarah kepada seorang target operasi berinisial BIO yang diketahui merupakan residivis kasus narkotika. Selanjutnya sebanyak 12 personel diterjunkan dalam operasi tersebut.

Setibanya di lokasi, tim dibagi menjadi dua kelompok dengan tim pertama melakukan penindakan di rumah target, sedangkan tim kedua bersiaga di lokasi lain sebagai unsur pendukung.

“Saat proses penangkapan berlangsung, target berhasil diamankan. Namun situasi berubah ketika beberapa orang di dalam rumah dan warga sekitar melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam berupa parang,” tutur Eko, Kamis (2/7).

Baca Juga:Draft Tak Resmi Rancangan Kesepakatan Iran-Amerika Serikat Bocor, Teheran Disebut Dapat Kendali Selat HormuzMenkeu Amerika Serikat Umumkan Rampas Aset Kripto Iran Senilai Rp17,8 Triliun

Situasi semakin memanas lantaran massa terus bertambah dan menyerang menggunakan senjata tajam serta senjata api rakitan.

Akibat situasi yang semakin tidak terkendali, personel berupaya menyelamatkan diri sambil meminta bantuan penebalan personel. Sejumlah anggota terpaksa berenang menyeberangi sungai dan berlindung di kawasan hutan untuk menghindari amukan massa.

Satu terduga pelaku ditangkap

Mengutip Antara, tim gabungan Polda Kalimantan Tengah menangkap pria berinisial S alias A yang diduga terlibat penyerangan terhadap personel Satresnarkoba Polres Katingan.

0 Komentar