Doha Jadi Tuan Rumah Diplomasi AS-Iran, Ini Hasil Pertemuannya

Ilustrasi Perang Iran vs Amerika Serikat-Israel
Ilustrasi Perang Iran vs Amerika Serikat-Israel
0 Komentar

Pelayaran melalui Selat Hormuz dilaporkan berangsur pulih. Data dari perusahaan pelacakan kapal, Kpler, menyebut pergerakan kapal komersial di selat tersebut meningkat lebih dari 50 persen pada 22-28 Juni lalu, dibandingkan dengan pekan sebelumnya.

Sedangkan, terkait isu program nuklir Iran, inspektur dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA) disebut telah memiliki akses ke dua lokasi di Iran, yakni pembangkit listrik Bushehr dan reaktor Teheran. Hal ini telah dikonfirmasi oleh Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf.

Sebelumnya, Kepala IAEA Rafael Grossi menyatakan bahwa pihaknya “harus memiliki akses dan dapat memeriksa” semua situs nuklir Iran yang termuat dalam nota kesepahaman Washington-Teheran.

Baca Juga:Laporan Intelijen Heboh: Mossad Diduga Sadap Pemerintah AS, Nama Trump Ikut MunculAmanat Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Resmi BPIP, Lengkap untuk 1 Juni

Akan tetapi, pada Kamis (2/7), Ghalibaf menyatakan akses tersebut hanya diberikan pada dua fasilitas yang telah disebutkan. Ia membantah bahwa inspektur IAEA memiliki akses ke fasilitas nuklir di Fordow, Natanz, dan Isfahan.

Fasilitas nuklir Fordow, Natanz, dan Isfahan sebelumnya merupakan fasilitas nuklir yang dibom AS dalam perang 12 hari pada 2025 lalu. Fasilitas tersebut juga dilaporkan menjadi tempat disimpannya pasokan uranium yang telah diperkaya milik Iran.

“Saat ini, inspektur hanya memiliki akses ke dua lokasi: pembangkit listrik Bushehr dan reaktor Teheran,” kata Ghalibaf dalam keterangannya untuk stasiun televisi IRIB.

AS-Iran Segera Lakukan Pertemuan Lanjutan

Setelah pertemuan di Doha pada Rabu, AS dan Iran diproyeksikan menggelar pertemuan lanjutan di masa mendatang. Hal ini sebagaimana apa yang disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed al-Ansari.

Melalui akun X miliknya, al-Ansari menyatakan pertemuan tak langsung itu telah menghasilkan “kemajuan positif pada isu-isu terkait Nota Kesepahaman Islamabad”. Setelah ini, perwakilan kedua negara yang bermusuhan itu juga disebutnya akan “sesegera mungkin” melakukan pembicaraan lanjutan.

“Para pihak sepakat untuk melanjutkan diskusi selama periode mendatang, dengan pertemuan berikutnya dijadwalkan sesegera mungkin setelah selesainya prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran,” tulis al-Ansari.

Prosesi pemakaman yang disinggung al-Ansari adalah agenda pemakaman jenazah Ayatullah Ali Khamenei. Prosesi ini dijadwalkan dimulai pada Sabtu (4/7) mendatang dan berlangsung selama enam hari.

0 Komentar