SEORANG dokter muda RS Leona Kefamenanu, Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT), bernama dr. Icha ditemukan meninggal dunia di rumah orang tuanya pada 26 Juni 2026.
Penyebab meninggal diduga adalah intimidasi dari tiga anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara yang membuatnya depresi hingga memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri.
Kepolisian Resor (Polres) Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), terus mendalami dugaan intimidasi yang diduga dialami dr. Icha.
Baca Juga:Laporan Intelijen Heboh: Mossad Diduga Sadap Pemerintah AS, Nama Trump Ikut MunculAmanat Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Resmi BPIP, Lengkap untuk 1 Juni
Penyelidikan masih berada pada tahap pengumpulan alat bukti dan pemeriksaan sejumlah saksi guna mengungkap secara jelas rangkaian peristiwa yang menjadi perhatian publik tersebut.
Dalam proses penyelidikan, polisi berencana memeriksa tenaga kesehatan yang bertugas bersama dr. Icha saat menjalani piket di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona Kefamenanu pada hari ketika dugaan intimidasi terjadi.
Selain memeriksa tenaga kesehatan, Polres TTU juga akan memanggil tiga anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara untuk dimintai klarifikasi terkait dugaan intimidasi yang dilaporkan keluarga korban.
Profil Dokter Icha yang Meninggal di Baumata Kupang
dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni, yang akrab disapa dr. Icha, lahir pada 21 Juli 1998 dan meninggal dunia pada 26 Juni 2026 dalam usia 27 tahun.
Berdasarkan data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI), ia menempuh pendidikan Program Profesi Dokter di Universitas Nusa Cendana (Undana) dan menyelesaikan pendidikan profesinya pada semester ganjil tahun akademik 2022/2023, sehingga resmi menyandang gelar dokter.
Setelah menyelesaikan pendidikan, dr. Icha mengabdikan diri sebagai tenaga medis di Rumah Sakit Leona Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur.
Nama dr. Icha menjadi perhatian publik setelah ia ditemukan meninggal dunia di rumah orang tuanya di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Jumat, 26 Juni 2026.
Baca Juga:Draft Tak Resmi Rancangan Kesepakatan Iran-Amerika Serikat Bocor, Teheran Disebut Dapat Kendali Selat HormuzMenkeu Amerika Serikat Umumkan Rampas Aset Kripto Iran Senilai Rp17,8 Triliun
Kepergiannya memicu perhatian luas karena keluarga menduga almarhumah mengalami tekanan psikologis setelah menerima intimidasi terkait penanganan seorang pasien anak korban gigitan ular hijau di RS Leona Kefamenanu.
dr. Icha menangani pasien tersebut sesuai prosedur medis yang berlaku. Namun, dalam proses penanganannya, ia diduga mendapat tekanan dan intimidasi dari pihak keluarga pasien, yang disebut-sebut melibatkan tiga anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara.
