SUASANA malam di Desa Dawuan tampak berbeda dan penuh antusiasme. Warga setempat bersama para pecinta olahraga asah otak berkumpul mengikuti ajang Turnamen Catur Lesehan “Wuni 1 Cup” yang dihelat untuk menyemarakkan peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kompetisi yang dilangsungkan di Rumah Bapak RW 04 Blok Wuni 1, Desa Dawuan, ini sukses menarik perhatian warga. Mengusung konsep lesehan, turnamen ini diikuti oleh puluhan peserta terbatas yang saling beradu taktik dan strategi di atas papan catur secara sportif.
Format Pertandingan Kompetitif
Meski dikemas secara merakyat dan gratis tanpa biaya pendaftaran, jalannya turnamen berlangsung cukup sengit. Panitia menerapkan sistem Swiss 5 babak dengan durasi waktu pikir 10 menit ditambah increment 3 detik untuk setiap langkah pemain.
Baca Juga:Korban Tewas Gempa M 7,4 Kolombia Kini 111 Orang 1.575 Rumah RusakPemkab Cirebon Resmikan Fasilitas KDKMP: 116 Koperasi Desa Siap Beroperasi Gerakkan Ekonomi Kerakyatan
Para peserta tampak serius membaca gerak-gerak lawan demi mengamankan poin di setiap babaknya. Di akhir turnamen, panitia pun menyiapkan sejumlah uang pembinaan mulai dari peringkat pertama hingga peringkat sepuluh besar sebagai bentuk apresiasi bagi para jawara catur lokal.
Membumikan Olahraga Catur di Tingkat Desa
Kehadiran turnamen ini mendapat apresiasi dari Sekretaris Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Cirebon yang juga Plt. Kepala SMKN 1 Gunung Jati, Drs. Didi Isbandi. Ia mengungkapkan bahwa membawa catur ke ruang terbuka publik merupakan strategi untuk mendekatkan olahraga tersebut kepada seluruh lapisan masyarakat.
“Kami ingin membumikan catur di desa Dawuan. Catur bukan sekadar permainan meja di dalam ruangan tertutup, tetapi sarana edukasi karakter bagi generasi muda dan simpul kebersamaan warga. Kami ingin seluruh lapisan masyarakat dapat menikmati ajang ini. Kita ingin menjaring calon master catur masa depan dan menghidupkan ruang publik,” pungkasnya, Minggu (15/8).
