Mantan Ketua BEM UGM Temukan 2 Alat Diduga Pelacak di Mobilnya

Eks Ketua BEM Universitas Gadjah Mada, Tiyo Ardianto menemukan sebuah alat pelacak yang bernama PBX Finder. (F
Eks Ketua BEM Universitas Gadjah Mada, Tiyo Ardianto menemukan sebuah alat pelacak yang bernama PBX Finder. (FOTO/Instagram @tiyoardianto)
0 Komentar

“Setelah saya pindahkan, saya menuju bandara. Loh kok notifikasi itu masih muncul lagi. Kami cari lagi dan ternyata kami temukan dalam bentuk lain yaitu lingkaran pipih ditempel menggunakan isolasi, lakban gitu hitam di bagian ban kanan belakang,” beber Tiyo.

Hati Tiyo sempat berdebar karena tidak tahu apakah kedua alat ini saling terkait dan dipasang di waktu serta tempat yang berbeda.

Pemikiran Tiyo, alat pertama yang ia temukan dalam kondisi bersih, sehingga ia menduga bahwa perangkat tersebut baru dipasang saat berada di Yogyakarta.

Baca Juga:Laporan Intelijen Heboh: Mossad Diduga Sadap Pemerintah AS, Nama Trump Ikut MunculAmanat Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Resmi BPIP, Lengkap untuk 1 Juni

“Tidak kotor sama sekali itu mungkin menandakan bahwa alat itu baru dipasang ketika saya di Jogja. Karena sepanjang perjalanan dari Semarang ke Jogja itu kan beberapa kali hujan, sehingga kalau dia tidak kotor, maka kemungkinan itu baru dipasang,” kata Tiyo menduga.

Namun, untuk alat terpasang di ban atau perangkat kedua yang ia temukan melalui notifikasi PBX Finder pada ponsel, setelah ia cek ternyata sudah dipasang sejak Jumat 12 Juni 2026. Alat itu terakhir kali dicek oleh pemiliknya pada pukul 19.55 WIB atau ketika Tiyo masih berada di hotel daerah Tembalang.

Tiyo sendiri mengaku mulanya tak paham alat apa itu dan bagaimana bisa muncul melalui notifikasi di ponselnya, sehingga harus berkonsultasi dengan pakarnya.

“Bahkan ketika tadi disampaikan menurut pengamat ini bisa diketahui sejak kapan, baru saya cek dan tambah berdebar ternyata sejak Jumat, 12 Juni,” aku Tiyo.

Setelah mendalami informasi ini, Tiyo selanjutnya terbang ke Makassar untuk menghadiri sebuah acara diskusi yang sudah terjadwal sebelumnya.

Bagaimanapun, Tiyo beranggapan bahwa alat pelacak ini dipasang dengan cara yang paling mudah diketahui oleh sasarannya karena di situlah letak teror sebenarnya.

“Saya kira justru itulah letak di mana terornya terjadi. Bahwa ini sengaja dipasang untuk saya ketahui supaya jadi alarm bagi diri saya bahwa ke mana pun saya pergi ada orang-orang yang tahu, ada orang-orang yang mengamati,” pungkasnya.

0 Komentar