MANTAN Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto mengaku menemukan dua unit alat pelacak di bawah kerangka dan ban mobil yang ia kendarai.
Ketua BEM UGM periode 2025 itu pun mengunggah video soal penemuan alat pelacak bernama PBX Finder itu melalui akun Instagram pribadinya.
Dalam keterangannya, Tiyo merinci kronologi penemuan alat pelacak yang ia duga sudah terpasang sejak Jumat (12/6) itu.
Baca Juga:Laporan Intelijen Heboh: Mossad Diduga Sadap Pemerintah AS, Nama Trump Ikut MunculAmanat Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Resmi BPIP, Lengkap untuk 1 Juni
Tiyo menceritakan, dirinya berangkat dari Kudus ke Kota Semarang, Jawa Tengah pada Jumat pukul 14.00 WIB kemarin mengendarai mobil Toyota Fortuner milik saudaranya. Sesampainya di sana, ia menginap di sebuah hotel daerah Tembalang dan sempat menyambangi beberapa tempat.
Pada Sabtu pagi, Tiyo menghadiri acara diskusi di Balai Penjamin Mutu Provinsi Jateng yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Semarang. Di sana, ia sudah mendapati beberapa orang tak dikenal yang menguntit dan secara terang-terangan memotretnya.
“Itu menurut saya jadi aba-aba bahwa saya memang sedang diintai,” kata Tiyo dalam keterangannya, Senin (15/6).
Selepas kegiatan atau sekitar pukul 12.30 WIB, Tiyo berangkat ke Yogyakarta untuk ikut dalam demonstrasi di Pertigaan Gejayan, Sleman, DIY.
Pada saat perjalanan Semarang-Yogya, Tiyo menyadari ada sejumlah notifikasi masuk ke handphone miliknya. Tiyo mengabaikannya karena sedang menyetir.
Setelah selesai ikut aksi di Gejayan atau antara pukul 20.00 WIB dan 21.00 WIB, ponselnya kembali memunculkan notifikasi dari sebuah pelacak bernama PBX Finder yang bergerak bersamanya.
“Saya temukan alat kotak yang punya magnet ditempel di bagian belakang bodinya. Itu saya ambil lalu setelah saya konsultasikan ke beberapa orang harus direndam di air, saya rendam di air semalaman,” terang Tiyo.
Baca Juga:Draft Tak Resmi Rancangan Kesepakatan Iran-Amerika Serikat Bocor, Teheran Disebut Dapat Kendali Selat HormuzMenkeu Amerika Serikat Umumkan Rampas Aset Kripto Iran Senilai Rp17,8 Triliun
Siang keesokan harinya atau Minggu (14/5) sekitar pukul 12.00 WIB, Tiyo berangkat kembali ke Semarang sambil membawa PBX Finder tadi. Hanya saja, saat itu ponselnya masih mendapatkan notifikasi serupa saat dia mengetahui ada pelacak yang bergerak bersamanya.
Tiyo waktu itu berpikiran, alat pelacak belum mati karena ia kurang lama merendamnya di air. Dia lagi-lagi mengabaikannya dan menyerahkan alat tersebut ke salah seorang rekannya di Semarang.
