Mengapa Giant Sea Wall Dianggap Penting bagi Masa Depan Cirebon?

Ilustrasi program Tanggul Laut Raksasa atau Giant Sea Wall yang akan dibangun pemerintah di sepanjang Jalur Pa
Ilustrasi program Tanggul Laut Raksasa atau Giant Sea Wall yang akan dibangun pemerintah di sepanjang Jalur Pantura. (Foto: Chatgpt)
0 Komentar

Pemerintah Kota Cirebon, Jawa Barat, bersama Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) terus mematangkan persiapan pelaksanaan program Tanggul Laut Raksasa atau Giant Sea Wall.

Hal itu dilakukan sebagai upaya mengatasi ancaman banjir rob dan sedimentasi di kawasan pesisir Pantai Utara (Pantura).

Pemerintah Kota Cirebon menyebut rencana pembangunan Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa di kawasan Pantai Utara Jawa menjadi salah satu solusi jangka panjang yang diharapkan mampu mengurangi dampak rob yang selama ini kerap melanda sejumlah wilayah pesisir.

Baca Juga:Laporan Intelijen Heboh: Mossad Diduga Sadap Pemerintah AS, Nama Trump Ikut MunculAmanat Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Resmi BPIP, Lengkap untuk 1 Juni

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, mengatakan proyek yang masuk dalam kategori Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut mulai dibahas secara serius bersama Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ).

Lembaga yang dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 77 Tahun 2025 itu memiliki tugas merencanakan sekaligus mengeksekusi pembangunan Giant Sea Wall di sepanjang Pantura Jawa.

Menurut Edo, Kota Cirebon menjadi salah satu daerah yang masuk dalam cakupan proyek tersebut. Bahkan, kawasan pesisir Kota Cirebon yang memiliki garis pantai sekitar 7 kilometer telah mulai dipetakan sebagai bagian dari tahap perencanaan.

“Program Giant Sea Wall ini merupakan program strategis nasional. Saat saya bertemu dengan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, disampaikan bahwa wilayah Pantura, termasuk Kota Cirebon, akan menjadi bagian dari proyek ini,” ujarnya.

Edo menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima dari pemerintah pusat, pembangunan Giant Sea Wall di Kota Cirebon masuk dalam pelaksanaan tahap ketiga. Saat ini, tim dari BOPPJ masih melakukan survei lapangan untuk menentukan kebutuhan teknis maupun besaran anggaran yang diperlukan.

“Sekarang masih dalam tahap survei dan pemetaan. Tim sedang menghitung luasan wilayah, panjang area yang akan ditangani, serta kebutuhan pembangunan yang diperlukan,” katanya.

Lebih lanjut, Edo mengungkapkan konsep penanganan kawasan pesisir nantinya tidak hanya berupa pembangunan tanggul laut. Pemerintah pusat menyiapkan tiga pendekatan yang akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah.

Baca Juga:Draft Tak Resmi Rancangan Kesepakatan Iran-Amerika Serikat Bocor, Teheran Disebut Dapat Kendali Selat HormuzMenkeu Amerika Serikat Umumkan Rampas Aset Kripto Iran Senilai Rp17,8 Triliun

Pendekatan tersebut meliputi pembangunan kolam retensi untuk pengendalian genangan, rehabilitasi kawasan pesisir melalui penanaman mangrove, serta pembangunan tanggul laut raksasa di titik-titik yang dinilai paling membutuhkan perlindungan.

0 Komentar